This Day : My Birthday16 komentar Thursday, December 31, 20092009 Lebih tepatnya lagi di penghujung tahun 2009. Ya, hari ini adalah hari ulang tahunku. Jika engkau bertanya berapa usiaku saat ini. Pandangi saja fotoku, tebak sendiri sesukamu. Yang pasti usiaku sudah berkepala dua. Twenty something, mereka menyebutnya.
Lima belas tahun silam, aku berangkat sekolah naik becak bersama kedua sepupuku. Aku selalu duduk di tengah, "paling kecil jadi anak bawang" kata mereka. Rambutku pendek sedagu, mengenakan rok berwarna senada dengan tas ransel dan botol air minum yang kubawa. Tujuh tahun kemudian, Rok sekolahku berubah menjadi dua lipatan, warnanya juga berubah menjadi biru. Rambut tergerai panjang lurus. Saat itu belum ada rebonding ataupun smoothing. Belum pula terpikir olehku untuk berdandan ala remaja tujuh belasan. Kulitku berwarna agak kecoklatan, pertanda aktif mengikuti kegiatan di luar sekolah. Terkenal tomboi dan cuek. Begitu gambaranku saat itu. 3 tahun setelah itu, seragamku berganti putih abu-abu. Remaja yang tadinya tomboi dan cuek menghilang sudah, berubah menjadi remaja ceria dan ramah. Mulai mengenakan jepit rambut dan anting-anting ke sekolah, membeli barang-barang lucu berwarna baby blue dan baby pink berjudul girl stuff. Mulai mengenal lawan jenis, yang berujung pada dering telepon rumah yang tak kunjung berhenti hingga akhirnya aku melanjutkan ke perguruan tinggi. Masa itu adalah masa dimana aku mulai menginginkan kebebasan berekspresi sesuka hati. Maka hari ini, aku bersyukur telah melewati semuanya Bersyukur bisa melaluinya meski tertatih Bersyukur diberikan kehidupan dan kebahagian hingga detik ini Bersyukur atas segala karunia yang diberikan-Nya kepadaku dan orang-orang yang kusayangi Bersyukur atas segala cobaan yang membuatku bertambah dewasa Bersyukur telah diberikan waktu untuk belajar Bersyukur karena saat ini telah memiliki pasangan hidup yang akan membimbingku menghadapi keduniawian dengan tetap berpegang teguh di jalan-Nya Aku bersyukur dalam doa, tangis, rintihan, senyuman dan tawa Alhamdulillahi rabbil al amin Desember17 komentar Wednesday, December 30, 2009Postingan ini diawali dengan sebuah lagu berjudul December rain yang dinyanyikan oleh Gun's and roses *eh,itu bukannya November rain ya? hehehe..ngga' apa-apa lah. Masih pas walaupun diplesetin sedikit* Bangun tidur pukul 10 siang. Keluar kamar ternyata ngga' ada orang dirumah, melirik meja makan ternyata belum ada yang masak. Nonton televisi acaranya membosankan semua. Lalu dilanjutkan dengan tidur lagi. Ah, itu juga bukan cerita tentang Henny tuh!How's your day? Hujan mengguyur habis bulan Desember ini sampai ke penghujung tahun. Membuat badan MBPTM (Malas Bangun Pengennya Tidur Melulu). Tapi itu cerita tentang orang lain, bukan tentang Henny. Lha,,terus cerita tentang Henny yang mana nih? Sabar..sabar..baca aja terus postingan ini sampai habis, siapa tahu di akhir postingan anda akan mendapatkan uang senilai 100 juta rupiah secara langsung. *who knows?tapi ga janji ya..* Sejujurnya, Henny lagi ga tau harus posting tentang apa. Tapi demi memenuhi tag yang diberikan oleh mbak Fanda, maka dengan sangat senang hati riang gembira sambil bernyanyi-nyanyi bareng Aa', Henny membuat resolusi tahun 2010 tapi untuk sementara disimpan dulu, dipostingnya tahun depan. Eittt...jangan protes dulu, tahun depan kan tinggal 1 hari lagi :D Ah, dari tadi Henny main-main melulu. Satu Cerita Di Siang Hari22 komentar Tuesday, December 29, 2009"Nak..sepatumu jangan lupa dicuci, mumpung sedang libur" "Nanti Bu, aku lagi nonton tv" "Tino...cuci sepatumu sekarang, acara televisi itu tidak akan ada habisnya!" Sambil menekuk wajahnya Tino berjalan ke dekat sumur. Diambilnya sepatu yang sudah berwarna kecoklatan penuh lumpur kemudian disiram dengan air sekenanya, lalu ia jemur. "Sekalian tasmu juga Tino" tapi Tino sudah berlari keluar dan pergi menggunakan sepeda. Ibu beranjak dari dapur, dilihatnya sepatu yang masih basah itu. Bercak lumpur itu sulit sekali hilang. Ibu menghela nafas, direndamnya sepatu itu dengan sedikit air dan detergen.
"Bu, Bapak mau makan, kok tidak ada makanan?" Ujar Bapak sepulang dari pasar. Sepertinya hari ini dagangannya laku terjual. "Ibu sedang menggoreng tempe dan tahu pak, tunggu sebentar" Ibu melanjutkan menggoreng tempe dan tahu. Nasi sudah dimasaknya sejak pagi tadi. Ibu melihat kamar anak gadisnya yang berantakan, sejak pagi tadi dia pergi bersama teman-temannya. "Mau lari pagi bu" katanya saat itu. Sampai saat ini belum pulang juga. Tempe, tahu dan nasi sudah diletakkan di atas meja. Lengkap dengan lalapan ketimun dan sambal. Tidak lupa segelas teh manis hangat untuk Bapak. Ditemaninya bapak menyantap makan siangnya. "Apa tidak bosan pak, makan tahu, tempe dan ketimun terus?" Ibu menyeka keringat yang menetes di dahi. Masakan sudah siap, cucian sudah hampir kering, tinggal disetrika nanti sore. "Kenapa harus bosan? toh memang ini yang bapak jual setiap hari. Kualitasnya terjamin, tidak menggunakan bahan pengawet seperti yang diberitakan di televisi" kata bapak sambil menggigit potongan ketimun. "Tapi sepertinya anak-anak sudah bosan pak. Buktinya mereka tidak pernah mau makan di rumah. Setiap siang hari pasti keluyuran. Bahkan Tisa sudah sejak dari tadi pagi belum pulang juga. Pulang nanti mereka pasti bilang sudah kenyang, tadi ditraktir teman. Beberapa hari ini selalu begitu" Selama beberapa saat Bapak berhenti mengunyah makanan, meminum teh manis dan menelan makanannya. Kemudian ditatapnya Ibu. "Mungkin Ibu belum menjelaskan kepada mereka. Selama ini Ibu tidak pernah belanja ke warung. Padahal warung mbok Suri lumayan lengkap walaupun tempatnya agak jauh. Bapak mengerti Ibu tidak pernah sempat karena harus membereskan rumah, mencuci pakaian, mencuci piring dan lain-lain. Tapi pekerjaan seperti itu kan Ibu bisa minta tolong Tisa dan Tino. Mereka sudah besar, sudah saatnya belajar mandiri" Ibu terdiam dan menelaah ucapan Bapak. "Adalah tugas seorang Ibu mendidik anak-anaknya agar bisa menjadi anak yang saleh, baik dan berbakti kepada orang tua. Jangan sampai mereka terlalu bergantung dengan kita" Ucap Bapak. Ibu pun tersenyum. After Story55 komentar Thursday, December 24, 2009Assalammu'alaikum wr.wb.. Alhamdulillah..setelah dengan sukses menghilang tanpa sebab, akhirnya Henny muncul lagi dengan "warna" baru. Tampilan blog emang tetap sama, tapi url dan judulnya berubah seiring dengan status Henny yang udah berubah juga. Yup! I'm just married!!! dan persiapannya menguras waktu dan pikiran Henny. Mohon maaf kepada teman-teman semua yang sudah merindukan Henny (haduh,,pe-de banget ya??). Henny kangen teman-teman semua (ini benar-benar "semuanya" sampai nggak bisa disebutkan satu per satu). Sebagai permintaan maaf Henny, di postingan ini Henny upload foto akad nikahnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
Blog ArchiveLabelsDear Friends..
|










