Saya baru saja membaca sebuah postingan menarik dari blognya Ninda. Dalam hati saya langsung berpikir, "nah, topik yang begini aku suka banget!".
Seusia Ninda, jujur saya juga berpikiran yang sama..masih terlalu cepat untuk memutuskan harus terikat dalam satu bahtera rumah tangga. Saya termasuk wanita yang independent. Terlalu banyak mimpi yang ingin saya raih. Terlalu banyak hal yang belum pernah saya rasakan. Lulus SMA otak saya berputar keras, saya tidak ingin lagi memberatkan kedua orangtua, tapi juga tidak ingin mimpi saya berhenti sampai di sini. Alhamdulillah saat itu saudara mama menawarkan untuk bekerja di tempatnya, dan dari sanalah saya bisa membiayai kuliah saya.
Apa yang saya pikirkan saat itu? Saya tidak ingin menikah terlalu muda. Bagi saya hidup seorang wanita tidak hanya berjalan hingga menikah kemudian dilanjutkan dengan mengurus rumah setiap harinya. Tidak, saya tidak mau seperti itu. Saya tidak mau hanya duduk diam dirumah, menina-bobokan bayi sambil menunggu sang suami pulang. Maka saya berusaha menemukan laki-laki yang sepaham, tidak akan membuat saya hanya menyandang gelar "Ibu Rumah Tangga". Tapi disinilah Tuhan memutarbalikkan ceritanya, saat usia saya menjelang 21 tahun, belum menyelesaikan kuliah (kalau tidak salah itu semester 7)..niat dan keyakinan itu datang. Karena apa? karena saya sudah merasa bertemu dengan jodoh.
Katakanlah itu sebuah perasaan melankolis, perasaan insan manusia yang sedang dimabuk cinta karena berpikir alangkah bahagianya jika hidup ini bisa dilalui berdua. Tapi menurut saya kondisi tersebut tidak akan ditanggapi sinis jika kita berusaha untuk realistis. Akan dibawa kemana cinta ini nantinya? akan berujung dengan penyesalan atau memang berakhir bahagia selamanya?.
Katakanlah itu sebuah perasaan melankolis, perasaan insan manusia yang sedang dimabuk cinta karena berpikir alangkah bahagianya jika hidup ini bisa dilalui berdua. Tapi menurut saya kondisi tersebut tidak akan ditanggapi sinis jika kita berusaha untuk realistis. Akan dibawa kemana cinta ini nantinya? akan berujung dengan penyesalan atau memang berakhir bahagia selamanya?.
Saya juga tidak pernah berpikir bahwa hanya dengan cinta maka semuanya menjadi cukup, tapi bukan pula harus mencari seseorang yang benar-benar memiliki finansial yang lebih. Buatlah otakmu berpikir, "apa benar laki-laki ini bisa dan akan terus bisa diandalkan?".
Maka inilah gambaran saya saat ini, saya telah menyelesaikan kuliah pada bulan Juni 2010, tepat 6 bulan setelah saya menikah, dan sekarang menjadi seorang ibu rumah tangga yang sedang dalam masa kehamilan 6 bulan. Apakah saya jenuh karena hanya duduk dirumah, menonton dvd korea atau blogging sambil menunggu Suami saya pulang? Iya, tapi bukan saat ini. Saya justru sudah merasa jenuh lebih dulu ketika pernikahan kami baru berusia 3 bulan. Sekarang saya hanya tersenyum ketika mengingat saat itu, dan menyadari bahwa memang masa transisi itu sudah lewat. Sekarang saya menikmati, menanti kelahiran putra pertama kami. Menunggu satu tantangan lagi yang akan muncul. Menyusun rencana-rencana lain yang insyaallah bisa terealisasi jika saya mau berusaha.
Hidup ini memang tidak diprediksi akan bagaimana jadinya. Maka jadilah kuat untuk itu, jadilah dewasa untuk itu.










hmmm aku juga barusan aja 21 kok mbak kayaknya cuma beda setahunan kita hehe
mbak henny udah kerja yaaa waahh
aku belum... ngga tau ya mbak aku pemlanning sejati. aku kesal kalo rencanaku ngga kelaksana. jadi sekarang pengin lulus kuliah umur 21tahun setengah. lulus dan langsung masuk kuliah pasca sarjana...
soal jodoh itu mah maunya Allah.... saya butuh banyak uang untuk mewujudkan mimpi... punya banyak anak asuh.. dan saya ngga mau mewujudkan mimpi itu dengan mengandalkan suami semata selain dia harus menafkahi saya yg masih bodoh begini.. xixixi
di keluarga saya ngga ada juga yg nikah muda basicnya semua nikah setelah kerja... kata alm. mama saya.... segala hal lebih baik dipersiapkan dgn matang apalagi nikah ngga boleh spontan. jodoh itu sudah ada Allah yang ngatur jadi ngga usah takut kehilangan atau gimana. segala jodoh urusan Dia... yg kita perlu cari ilmu sebanyak2nya plus pengalaman...
kehilangan akan Dia ganti dengan yang lebih baik. kualitasnya tergantung dari cara kita memperbaiki diri... wanita yg baik diperuntukkan bagi laki-laki yg baik. I believe that.
but somehow waktu tau mbak henny menikah waktu itu saya biasa-biasa aja ngga mengerutkan kening seperti seorang kenalan yang ke kampus aja masih suka pake atribut2 aneh anak SD. masih sgt childish deh... pola berpikir mbak henny sudah dewasa menurut saya waktu itu hihi :) wajahnya juga *bukan berarti tua
learning by doing, menjadi istri dan suami... tapi saya maunya matang sbg ibu dr banyak anak, sbg istri, sbg anak yg menghargai hasil kerja org tuanya dlm hal pendidikan... ngga ninggal kuliah gara-gara mau nikah hmm. lagian saya masih senang sekolah dan traveling mbak. pasti banyak kuatirnya tuh kalau bawa anak kecil. hihi
@ninda : wekekeke..soal wajah, emang banyak yang bilang kayak gitu. dan kalau memang niatnya masih banyak yang perlu dilanjutin, ya lakukanlah. punya planning untuk masa depan itu bagus banget.
Kapan jodoh akan datang itu adalah misteri bagi kita. Dan saat Allah sudah berkehendak tak ada yg dapat mengelak. So... jika rencana kita harus berubah, kita memang harus bersiap untuk menerimanya.
yang paling utama tentu mental mbak, pikiran harus matang, siap lahir batin.
kl belum siap nggak bisa dipaksain. bukan karena paksaan ortu, bisik tetangga, dikejar umur, cinta mati, dll
jadi istri, ibu, dan menantu itu nggak mudah kan?
temenku bilang kalo nggak dipaksain ya ga nikah2. lho alah, kalo yang paling utama mental belum siap gimana?
masa asal2an jalanin rumah tangga? memang nggak ada rumah tangga yang sempurna, bukan berarti asal2an menjalankan rumah tangga. masa beribadah asal2an.
intinya yang utama mental siap lahir-batin mbak.
mudah2an tidak merasakan jenuh lagi ya. aku sih pelariannya ke inet nah skr sibuk sama kedua jagoan kadang2 pingin sendiri juga
Jadi sekarang kehamilannya udah 6 bulan ya? Wah bentar lagi bakal menimang baby nih... :)
Selamat menanti kehadiran buah hati, dan semoga bahagia selalu Mbak;
Betapa bahagianya dan beruntungnya seseorang yang menikah di usia yang tepat, dengan orang yang tepat pula. Seberapapun usianya...masih muda atau kadang sudah "lewat" masanya.
Tapi sayangnya ada orang yang kurang beruntung
penginnya menikah di usia sekian, merancang dan berusaha mendapatkan jodoh yang sesuai, tetapi justru ketemu dan jatuh cinta sama orang yang ngga sesuai (lebih tepatnya "aneh" dan kemudian harus menemukan jodohnya tidak sesuai harapannya.
Semoga saya orang yang beruntung itu, seperti halnya mbak Henny.. menikah di usia yang tepat dengan jodoh yang tepat pula.
apa yang kita rencanakan terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan,,trkadang kita merancang suatu rencana dengan sempurna tapi rencana Allah ternyata berkata lain..seperti yang apa yang terjadi sama mba henny..^__^
Usia juga gak menentukan kematangan sikap dari seseorang juga semua kembali ke pribadi masing2 sih menurut saya..
tapi sebaiknya kita mengambil keputusan menikah di saat kita sudah merasa siap lahir batin (siap lahir batin juga tidak sepenuhnya berkaitan dengan kematangan umur seseorang)..apabila kita sudah merasa siap maka jalanilah apabila kita belum merasa siap maka jangan jalani..^__^
jodoh kita datangnya tak ada yang tau,,semua rahasia Allah,,manusia bisa berencana tapi Allah yang menentukan
sebelum memutuskan nikah,,sebaiknya memang siap lahir batin..(siap lahir batin gak selamanya dilihat dari umur kita koq,,trgantung orgnya masing2)..kalo kita sdh merasa siap dan jodohnya sudah ada silahkan kita menikah,,,kalo belum siap ya sebaiknya di tunggu sampai siap..^__^
aku nikah umur 22thn. Usia yg memang tidak terpikir olehku utk menikah. Tapi jodoh telah datang. Dan itu jg tidak bisa "disia-siakan". Masih bs mengejar mimpi dan insyaallah masih bisa sekolah. Tentunya dg cara yg berbeda, krn jg sudah berubah status.. :)
Hai, hai, hai.. apa kabar? :)
maaf saya barus empat BW lagi ^^
apalagi nanti ketika si kecil sudah lahir
pasti gak akan mau pergi kemana mana
ngeliatin tangan kecilnya, kaki kecilnya
melihat dia tidur dengan nyenyaknya
dan menunggu dia tersenyum
percaya deh, gak akan pernah bosen seharian di rumah saja bersamanya
Masa transisi selalu membutuhkan adaptasi, seperti tubuh yang menyesuaikan dengan musim pancaroba....
saat usia menginjak awal 20-an, dimana banyak temen seangkatan sudah menikah. Menurutku, tahapan kemandirian seorang lelaki adalah : mampu memberi "makan" diri sendiri--->mampu memberi "makan" anak orang (anak mertua)--->mampu memberi "makan" anak sendiri.
Tahap pertama aja aku belum mencapainya (saat itu) sehingga masih "takut" untuk menikah. Namun seiring bertambahnya usia, tetep saja kekhawatiran akan "kemampuan memberi makan" belum sirns. namun akhirnya saat itu tiba, saat dimana segala pertimbangan "terkalahkan" oleh sebuah keberanian...
salut, salut, berani nikah muda karena dah merasa bertemu jodoh :)
umur menjelang 21?? hmm.. saya 21 itu sedang sibuknya ngurus penelitian utk skripsi, menjelang 22 selesai dan sekarang 23 lebih dikit masih merasa takut dan belum siap untuk menikah, meski mupeng pengen nikah jika menghadiri walimahan tapi rasanya masih belum cukup dewasa dan belum cukup pemahaman utk melangkah ke jenjang pernikahan, hihih *jadi curcol* :D
semoga kehamilannya sehat selalu ya, bayi selamat ibunya juga selamat, Amin Yaa Allah :)
nikah diusia muda menurut saya gak masalah..... semua tergantung komitmen berdua.....
^__^ nice post mbak, makasih buat sharenya.....
Alhamdulilah... henny dah hamil yah? :) Mbak termasuk orang yang mencari2 Henny ketika menikah :( soale semuanya dihapus sih :((
Jodoh, rezeki, maut Insya Allah tidak akan tertukar. Alhamdulilah, Henny sudah melewatinya dulu :)
Owh iya, kalau mau jadi kompasianer, tinggal daftar aja, hen. Kek biasa, isi imel dll :)
Yak ampun, masih muda ya :)
I'm 26, dan sepertinya masih banyak hal yang belum dicapai, dan jodohnya lepas terus, hehehe ...
ya setiap orang memang memiliki jalan yang beda2 :)
Jodoh ditangan Tuhan
Saya dulu punya keinginan menikah pada usia muda..kalau jodoh kami lancar mungkin saya sudah menikah pada saat umur 21 th....
Tidak bekerja memang hari2 pasti bosan apalagi dirumah sendiri..tapi ketika kita sudah memili anak kita akan disibukkan dgnnya..hari2 jadi lebih indah dan menyenagkan
o, aku jg dah bc posting ninda itu,
seru juga bahasannya. aku sih stuju2 ja klo perempuan nikah muda hen.
Selama si perempuan tau kalo dia sudah menemukan orang yang tepat. Untuk mendapat orang yang tepat maka kita juga harus jadi orang yang tepat.
Well, aku lagi cari2 cowok yg ngebahas nikah muda ni.. atau kalo gak aku ja ya yang bahas xixi :D
Menikah, punya anak, jadi ibu RT
Menikah, karier terus
atau malah melajang terus?
Itu semua adalah pilihan, dan saya pribadi menghormati setiap pilihan individu karena pastinya ada alasan dibalik itu.
Yang terpenting buat kita sebagai perempuan adalah tahu apa yang kita inginkan dan jalani keinginan tersebut dengan segala konsekuensinya ^_^
mba henny mampir balik nih..
dulu sempet aku kepikiran juga mau nikah sama pacar aku umur 21 tahun, niatnya mau kuliah sambil nikah, kebelet nikah waktu itu sih karena bener2 pengen ada yg jaga dan gak mau ngerepotin mama dan papa, dan satu hal lagi waktu itu kebelet nikah karena sayang banget sama pacar, dan gak mau kehilangan.
tp kesini sini aku mikir masih banyak mimpi, masih banyak yang harus aku kejar mba, aku mau lulus cumlaude, pengen kuliahin adik, dan bisa bermanfaat bagi orang lain, tp disela sela mewujudkan itu, aku harap ada laki-laki baik yg bisa menunggu sampai aku lulus kuliah.
dan sampai sekarang blom ada nih mba,,hihihi cariin donk biar bisa nyusul mba henny.. amin :)
@itik bali, septirani : amin..semoga cepat dapat jodoh yang baik dan tepat. cowok itu nggak perlu dicari..apalagi kalian berdua kan cantik, nanti mereka datang sendiri..tinggal kalian yang harus pintar melihat dengan mata dan otak. btw itik, masih 16 kan??minimal tunggu 4 tahun lagi deh yaaaaa..hihihihi
@profijo : benar-benar harus bisa yakin sama diri sendiri dulu prof. lha, kalo kita sendiri ga yakin, gimana bisa ngeyakinin calon istri dan calon mertua?
@mbak anaz : hehehe, iya mbak. rasanya mo nangis aku waktu itu. terharu banget, mbak anaz sampe kirim message ke aa' segala. alhamdulillah..setelah menunggu 9 bulan setelah nikah akhirnya dikasih juga.
@ayas : ga perlu tunggu ketemu cowok yang ngebahas itu yas, posting aja duluan..pasti nanti banyak yang komen deh :)
@mbak eka : betul,betul,betul. aku sendiri masih punya banyak rencana lain, yang jelas masih kekeuh ga mau cuma jadi ibu rumah tangga doang, insyaallah.
No comment deh, yang ditulis mbak Hen udah OK banget...
kalo buatku, bagaimanapun posisi kita, dan pilihan kita, maka nikmati dan pertanggung jawabkan..
kenyamanan dan kebahagiaan berasal dari hati kita, jadi yg penting pandai2 saja memanajemen hati, jadi ibu rumah tangga atau wanita pekerja sama saja, yang penting ikhlas.. :)
salam mbak Hen
salam Ninda.. :)
Moga aja semuanya berjalan baik sampai kelahiran sang buah hati. Insya Allah.
dinikmati aja masa2 kehamilan.. somehow, I prefer being pregnant than a mom, hahaha..
Bumil itu,, precious. Saya banyak kehilangan hak2 istimewa saat kelahiran anak, hahaha.
# jawaban Mbak Henny, cobalah Nyepi sekali2 di Bali, di mana yang ada hanya bintang di langit, kedamaian, keheningan.. semua umat beragama. :)
semu a tergantung pada diri masing2. jadi sah sah aja nikah muda. walau pun aku pribadi lebih suka gak cepet2 nikah. karena aku ingin menikmati masa lajangku dg sepuasanya. salut buat Henny yg udah berani menikah di usia muda. kalo aku sih sampai sekarang aja gak siap. hehee
aku terheran2, baru sekali ini aku melihat profIjo komen panjang diatas.
Hahahah, benar terkadang impian di masa muda bisa kita tinggalkan begitu saja semakin kita bertambah usia, merasa bahwa sepertinya impian itu sudah tidak penting lagi karena diri kita sudah bahagia sekarang...
cuma kalo memang ingin mencapai puncak jangan ragu untuk keluar dari zona nyaman gitu, hehehehe...
usia saya jg tdk terlalu jauh dr usia henny skg saat dulu menerima lamaran suami saya,mejadi bunda yg diam di rmh karena sumi tdk menginginkan istrinya bekerja,..jenuh ? tentu saja kadang hadir perasaan seperti itu tp sekali lagi hidup juga pilihan. dan saya sdh memilih...
meskipun setelah hadir anak2, saya cukup sibuk dan tdk memiliki byk wktu untuk menyesali pilihan2 hdp yg saya ambil. apalagi jika si kecil telah hadir,...henny tdk akan pernah bosan untuk terus bersamanya ...^^
@mama arjun : yup! teman-temanku yang sudah melahirkan juga banyak yang bilang begitu, makanya sekarang sangat menikmati, i dont want to lose this moment
@ellious : perlu cukup keberanian untuk keluar dari zona aman el, eh,,bukan cuma keberanian doang, tapi juga kesempatan. hihihi
@senja : tanamkan ikhlas dalam diri kita ya mbak, insyaallah tidak ada yang akan disesali
Semua itu trgantung kita bisa beradaptasi atau tidak,, yang pasti.. bribadi dan pemikiran kita belum tentulah sama. Dan mimpi setiap orang pun berbeda-beda.. kita hanya mengutarakan pemikiran kita (berdasar apa yg kita alami), dan tidak untuk orang lain.. i like it.. thx mbk infonya..
wowwwww nikah?!!!
nanti kalo udah lulus langsung nikah deh...
*memilah milah calon*
apapun pilihannya :D yg penting bertanggung jawab pada apa yg sudah dipilihanya, :D semua pilihan pasti ada enak ga enaknya :D
Kalau udah mampu dan cocok. Ya tinggal injak gas aja.... tiap babak hidup pasti ada tantangan dan kenikmatanya kan.
setiap pilihan pasti ada konsekuensinya, maka nikmati saja! :D
saya juga dulu pas hamil anak pertama ga kerja mbak...tp entah mengapa jalannya sekarang malah kerja...
tp yg membuat bahagia bukan masalah menjadi irt atau ibu pekerja tapi bgm kita memandang hidup kita saat ini dan menikmati dg syukur...^^
ikut menanti kelahiran buah hatimu mbak,,,luv u...