Seorang anak menangis kelaparan, menunggu Sang ibu membuat susu. Mungkin sudah lebih 5 menit si anak menunggu. Tangisnya pecah tak terkendali.
Haruskah kita berkata bahwa Sang ibu kejam? karena membiarkan anaknya menunggu terlalu lama.
Coba kita amati lebih dekat
Apa yang dilakukan Sang ibu sebelum membuat susu?
Dia menyapu rumahnya, membersihkan dapur dan mencuci semua peralatan makan.
Mengepel lantai hingga mengkilap. Memandikan anak bungsunya yang juga menangis.
Sadarkah kita, bahwa terkadang kita tidak melihat dengan mata terbuka, belum memahami dari sisi yang berbeda. Lantas mengapa harus mengecam saat kita sendiri tak bisa membantu?
Sadarlah kamu, bahwa kerja keras memang terkadang bagai fatamorgana. Tak terlihat meskipun sebisa mungkin berusaha untuk ada.
Renungkan tulisan ini, endapkan dalam hati. Dan ketika terlintas dalam hatimu untuk berucap yang tak perlu, pikirkan lagi. Buatlah dirimu jadi Sang penyelamat. Tanpa harus membuat dirimu terlihat superior.
Jika itu tak bisa kamu lakukan, duduklah di sudut sana. Diam.










posting yang mengharuskan berpikir mendalam nih :)
setuju, jangan melihat satu hal dari satu sudut pandang aja. kita harus bisa berpikiran terbuka dan mencoba melihat sebuah masalah dari berbagai sudut pandang.
hmmm hmmm hmmm :)
Kayanya aku musti dieeeem aja terus dulu lama.
Kita juga harus memahami orang lain, maunya seperti apa, bukan melulu sibuk dengan pikiran sendiri
@all : he-eh, emang harus dalem banget mikirin ini :)