Sarapan Sehat Roti Gandum

0 komentar Tuesday, October 27, 2015


ternyata makan selembar roti gandum dan minum kopi pahit
cukup bikin kenyang sampai jam 2 siang

Seumur hidup saya baru kali ini makan roti gandum. Kalau bubur gandum (oatmeal) sih sering. tapi kalau roti gandum beneran baru kali ini. Biasanya saya beliin DJ roti biasa, tanpa kulit (kadang juga pake kulit, angin-anginan :D) dan biasanya sebungkus roti itu habis dalam sehari karena DJ suka bolak balik makan roti. Sampai aku kepikiran, apa roti nggak bikin kenyang? (atau anakmu yang doyan makan hen? perlu diketahui, selain makan roti dia juga makan nasi sehari 3x). 

Akhirnya karena penasaran, saya beli roti gandum. Saya sendiri sudah nyobain makan selembar dan rasanya memang beda daripada roti biasa, lebih padat dan tentunya lebih bikin kenyang. DJ sendiri makan selembar langsung stop (dan diulangi 2 jam kemudian. Yah..setidaknya bukan dimakan tiap 5 menit sekali :D). Berikut keterangan dari  artikel yang saya baca : 

Roti gandum dibuat dengan tepung gandum atau ada juga yang diolah dari biji-biji gandum utuh. Karena itu, kaya akan serat dan nutrisi. Roti gandum dapat dijadikan pilihan alternatif bagi yang sedang diet atau bagi para diabetes karena roti ini rendah lemak, rendah kadar gula, serta lebih rendah kalorinya dibandingkan roti putih biasa. Sebagaimana dilansir Boldsky, Senin (23/7/2012), roti gandum berwarna cokelat akibat dari warna biji-bijian murni di dalamnya. Roti ini memiliki nilai gizi lebih daripada roti putih karena mereka mempertahankan kuman baik dan bagian dedak gandum alami. Hal inilah yang membuat roti gandum baik untuk kesehatan. Roti gandum juga kaya akan vitamin E dan asam lemak esensial yang baik untuk kesehatan karena dapat dicerna dengan mudah. (sumber : okezone)


Lalu roti gandum dimakan plain aja gitu? Nggak lah..mungkin dicelup teh manis juga enak tapi saya lebh memilih selai strawberry. Kenapa? karena buah strawberry lagi susah dicari di sini jadi saya nggak bisa bikin selai sendiri, hehehe (alasannya nggak jelas). Selain selai strawbery, selai kacang juga bisa dijadikan pilihan yang pas buat nemenin roti gandum karena ternyata selai kacang nggak bikin gembuk (serius! tadinya saya juga nggak percaya sampai akhirnya ketemu artikel ini dan ini


selain untuk isian dalam roti, selai strawberry juga sering saya pakai
untuk lapisan dalam cake


Makanannya udah, minumannya? Biasanya saya minum susu atau teh pahit di pagi hari. Tapi seringnya perut berasa mau muntah tiap minum teh pahit. Beberapa hari yang lalu coba-coba ikutin bapaknya DJ minum kopi, tapi cuma tahan 1 kali sehari.


kopi tanpa gula, pait pait pait..

Minum kopi sendiri ada sisi baik dan buruknya. Sisi baiknya adalah mencegah beberapa macam penyakit sedangkan sisi buruknya juga bisa menimbulkan penyakit. Jadi jalan tengahnya, minum kopi tanpa gula cukup sekali, di pagi hari 

Stay Healthy!


Read On

White On White Marshmallow

0 komentar Sunday, October 25, 2015


Belinya di Alf***** sengaja cari yang putih-putih buat tema White On White


Kalau disuruh mikirin makanan apa yang warnanya putih, yang paling pertama muncul di otak saya pasti marshmallow. Meskipun akhirnya baru nyicip setahun yang lalu, tapi marshmallow ini sudah sering wara-wiri tiap saya nonton film barat sampai akhirnya selalu ngebayangin gimana sih rasanya makanan ini? Pernah saya googling resepnya dengan harapan bisa bikin sendiri, tapi sayangnya banyak bahannya yang tidak tersedia di sini (plus akhirnya saya tahu ternyata ini makanan full gula, hahaha *gigi langsung ngilu*). Kali kedua saya ke supermarket, ketemu marshmallow lagi tapi warna-warni pastel dengan bentuk kepang. Mungkin lain kali saya beli juga buat dipotret :D


botolnya saya cat warna putih juga, nggak di cat sih, lebih tepatnya "disiram"

Menurut saya foto ini agak bluish (atau cuma di layar komputer saya aja keliatan gitu?) dan dibandingkan marshmallow bulat begini saya lebih suka yang bentuknya tabung (eh, apa sih namanya? tabung atau silinder?) alasannya, yang bentuk silinder itu bisa ditusuk pake tusuk sate trus dibakar di api unggun (mulai deh, ngebayangin film barat). Insyaallah saya kepengen piknik sekeluarga, trus bikin api unggun sambil ngebakar marshmallow. Amin.

Note : foto ini nggak saya setor ke wfpp karena sewaktu mau diupload listrik tiba-tiba padam, jadi saya nggak tahu ini foto benar atau salah :(


Read On

Vanilla and Mocca Oreo Ice Cream

1 komentar Wednesday, October 14, 2015



Resepnya dapat dari mbak Uie  beberapa hari yang lalu. Cuaca panas (plus saya malas belanja ke pasar) dan bahan-bahannya kebetulan masih ada di dapur jadi langsung saya eksekusi. Awalnya rada bingung, ini eskrim harus didinginkan berapa lama? Jadi biar DJ nggak ngintip-ngintip kulkas melulu saya bikinnya malam-malam. Besoknya sudah bisa dimakan.

Ice cream base 
Bahan : 
- 200 gr tepung whipping cream 
- 400 ml air es 
- 1/2 kaleng susu kental manis putih 
- Pasta Moka
- 7 Keping biskuit oreo, pisahkan dari krim, hancurkan

 Cara mambuat : 
- campur tepung whipping cream dan air es, aduk hingga larut 
- kocok whipping cream dengan mixer hingga mengental dan kaku. 
- masukkan susu kental manis dan kocok kembali hingga rata 
- bagi adonan menjadi 2 bagian, 1 bagian diberi pasta moka dan oreo, aduk kembali.
- masukkan ke dalam wadah, bekukan 

 Note dari mbak Uie : 
- bisa juga pakai skm coklat biar jd eskrim coklat 
- kalau mau yg ga terlalu kental eskrimnya bisa jg ditambahkan susu uht lho - pakai fresh cream jg bisa, tp pastikan yg bisa buat whipped cream.


Tentang motret...

Awalnya saya prepare properti cantik macam mangkuk eskrim, alas foto putih dengan harapan bisa motret bright , tapi apa daya jadinya malah hazy (atau kabur?) Jangan ditanya jadinya gimana, cukup saya aja yang tau :(

Eh tapi kalo motret eskrimnya aja nggak terlalu jelek sih, meskipun saya tetap aja nggak sreg.


Kecewa dengan foto yang di dalam mangkuk, saya langsung beresin properti sementara DJ langsung ngadepin eskrim sambil selonjoran di lantai sambil nanya "Sudah boleh dimakan belum, Nda?". Gatel karena masih belum dapat foto yang pas saya pun jepret lagi asal-asalan. Tanpa alas foto putih. Begini hasilnya : 


jadi moody begini, masih kurang cahaya di kanan bawah tapi aku suka banget liat es krim yang di dalam wadah



yang ini pakai reflektor, eskrim di dalam mangkuk nggak gelap-gelap banget

Dari sini saya sadar, bahwa kekurangan saya adalah nggak pernah mau ngebongkar setting yang sudah saya buat (repot bo'..mana waktu motretnya kan selalu buru-buru) tapi ternyata emang ga boleh cepat merasa puas, harus bisa ngeliat kurangnya di mana, trus langsung coba setting lain. Semoga ada kesempatan untuk saya keringetan motret berjam-jam buat dapetin foto yang pas. :D


Read On

Bandrek Susu

0 komentar Monday, October 12, 2015


Biasanya bandrek jadi minuman sore hari, ini lagi rajin banget bikin ginian pagi-pagi

Bandrek lovers mana suaranyaaa????!!!

Dibandingkan dengan minuman dingin saya lebih suka minuman hangat. Hangat loh ya, bukan panas. Kalo panas mah nggak doyan soalnya repot harus nungguin agak dingin. Tapi hal itu nggak berlaku untuk bandrek. Menurut saya bandrek itu mau diminum dingin atau hangat itu sama enaknya. Mungkin karena banyak kandungan rempah-rempah di dalamnya yang menghasilkan efek hangat jadi biarpun minumnya pake es tetap aja enak di perut.

Bandrék adalah minuman tradisional orang Sunda dari Jawa Barat, Indonesia, yang dikonsumsi untuk meningkatkan kehangatan tubuh. Minuman ini biasanya dihidangkan pada cuaca dingin, seperti di kala hujan ataupun malam hari. Bahan dasar bandrék yang paling penting adalah jahe dan gula merah, tetapi pada daerah tertentu biasanya menambahkan rempah-rempah tersendiri untuk memperkuat efek hangat yang diberikan bandrék, seperti serai, merica, pandan, telur ayam kampung, dan sebagainya. Susu juga dapat ditambahkan tergantung dari selera penyajian. Banyak orang Indonesia percaya bahwa bandrék dapat menyembuhkan berbagai penyakit ringan seperti sakit tenggorokan, batuk, dan lain sebagainya. (sumber : Wikipedia) 
Dulu saya dan suami suka keliling nyobain warung-warung yang jualan bandrek. Dari terminal atas, pasar mambo sampai ke warung gorengan belakang rumah. Salah satu pengalaman unik adalah ketika kami menemukan warung bandrek pinang muda. Kami penasaran dan langsung nyobain. Ternyata buah pinangnya dipotong, lalu diblender dan dimasukkan ke air jahe kemudian ditambahkan susu kental manis. Rasanya? enak-enak sepet. Gimana ya jelasinnya? seperti ada rasa kesat di lidah. Meskipun saya tahu khasiat dari buah pinang muda (setelah tanya sama google) tapi tetap aja kurang suka.

Baru-baru ini karena tema di 52WFPP adalah minuman hangat saya mencoba membuat bandrek. Ternyata cara membuatnya cukup mudah. Jahe dan gula merah yang sudah diiris direbus bersama daun pandan dan serai, kemudian tambahkan sedikit merica (saya blender kasar jahe dan batang serai). setelah masak kemudian di saring. Selanjutnya saya beri susu kental manis. Rasanya wuenak polll !! Selain mengobati sakit tenggorokan dan batuk, bandrek juga menghilangkan masuk angin.

Yuk dicobain :)

Read On

Healthy Meal. Giveaway Kantin @Birulangitt

0 komentar Wednesday, October 7, 2015


Maafkan penampakan napkin kucel bin kudel

Oke deh, saya ngaku kalo kudet. Baru setahun terakhir ini saya tahu ada diet yang menjamin berat badan turun 4-8 kg hanya dalam 13 hari, namanya Diet Mayo. Dan ternyata model diet ini digandrungin para artis macamnya Mona Ratuliu dan Fitri Tropika. Beberapa orang di instagram yang saya follow juga sudah nyobain ini (saya rajin ngikutin karena kepengen tahu menu-menu nya) yang ternyata ribet. Menu diet mayo pantang menggunakan gula dan garam. Jadi makanannya hambar? iya, cuma dibumbuin dengan rempah-rempah dan bumbu dapur. Baru gitu aja saya udah ngerasa berat soalnya itu artinya saya harus memasak terpisah makanan buat saya dan untuk suami plus DJ. Nah, saya ini nggak doyan kelamaan di dapur (untuk masak ya, kalo baking mah beda ceritanya), jatah saya buat masak dari prepare sampai beres-beres cuma 1 jam. Kalau masaknya di pisah-pisah berarti ada printilan masak yang dobel. Kalau ada printilan dobel berarti beres-beresnya juga dobel (ah, bilang aja kalo kamu malas, hen)

Di tengah kegalauan saya ngeliatin menu-menu diet mayo yang ngilerin karena isinya macam-macam, saya kenalan dengan mbak Mimi yang usut punya usut ternyata salah satu kompakers Palembang. Dan setelah kita kopdar (aduh, istilahnya jadul banget yak) baru deh saya tahu ternyata beliau ini yang punya kantin di bandara SMB dan ngejual paket untuk diet mayo delivery juga.

Saya sendiri sudah tanya-tanya langsung sama mbak mimi, tentang kisaran harga paket dan keuntungan yang kita dapat dari diet mayo itu. Sayangnya saya pulang ke Palembang cuma sebentar-sebentar. Jadi nggak sempat nyicipin menu diet mayo buatan mbak mimi.

Akhir September kemarin saya lihat di instagramnya mbak mimi dan kantin Biru Langit ada woro-woro giveaway. Hadiahnya pempek dan goodie bag. Aaaah, aku langsung bersemangat. Karena tema nya healthy meal, jadilah saya foto gado-gado.

Wish me luck!

Read On

Otak-Otak Ikan

0 komentar Saturday, October 3, 2015


Konsep foto ini jajanan pinggir jalan. Udah bener belum?

Jujur, ini sambil ngetik saya sambil mupeng. Otak-otaknya sudah habis sih, tapi rasanya belum puas. Memang tadi cuma beli lima biji, nggak ada rencana buat dipotret karena sudah kesorean. Tapi yaaa..kok ini warung gorengan yang di samping rumah penjualnya lagi libur. Jadi aja deh emak DJ numpang di lapaknya. 

Sewaktu saya upload ke instagram ada salah seorang teman yang nanyain resepnya. Sekalian deh saya tulis di sini, siapa tau ada yang mau coba bikin.

Otak-Otak Ikan

Bahan : 
- ikan kakap giling 1/4kg
- telur 1bh
- santan 125 ml
- bawang merah, ketumbar, merica, garam, gula secukupnya 
- tepung sagu 100 gr (kurang lebih)
- daun pisang
- daun bawang secukupnya (diiris)
- lidi atau streples
- sambal botolan, beri sedikit air matang, aduk rata.

Cara membuat :
- Blender bawang merah, ketumbar, merica, gula dan garam, setelah halus masukkan ikan giling, blender sampai rata. 
- Pindahkan ke baskom, tambahkan daun bawang iris dan sagu sedikit demi sedikit sampai adonan jd lembek tapi tidak terlalu encer
- taruh di daun pisang, gulung, sematkan lidi agar tidak terbuka (supaya praktis aku pake streples)
- Panggang atau kukus 20 menit atau sampai daun menjadi kering.

Catatan : untuk ikan giling, saya pakai ikan kakap karena ikan tenggiri harganya mahal banget. Bisa juga pakai ikan gabus, atau ikan apa aja deh. Baru-baru ini saya nyicipin tekwan dengan bahan ikan sarden. Enak juga kok.

Selamat mencoba ^^

Read On

Foto Minim Properti

0 komentar Saturday, September 26, 2015


Saya baru mulai ngumpulin properti foto. (dan bingung sendiri mau ditaruh di mana?) awalnya cuma beberapa alas foto lipat, trus ditambah cangkir enamel, beberapa piring dan mangkuk putih, botol-botol bekas jus jeruk yang saya beli di alfamart, printilan-printilan buatan pak suami dan backdrop yang saya cat sendiri beberapa properti jadul saya pinjam punya Oma.Ngeliat properti foto cantik beneran bikin ngiler. Pun saya ketagihan bikin alas foto (soalnya masih punya stok cat warna-warna pastel).

Beberapa kali motret di belakang rumah saya ngeliat ada ember cat bekas tante nya suami ngecat rumahnya sebelum lebaran kemarin. Setelah saya intip, ternyata masih ada sisa sedikit. Langsung deh otak saya ngeluarin ide. Beberapa papan kayu yang saya beli di Palembang beberapa bulan yang lalu baru saya cat 1 warna (dibelakangnya masih polos). Jadi di balik papan warna hitam saya kasih wood stain, trus di cat dengan cat dinding warna biru (sisa punya tante). Setelah kering, saya amplas (lupa pake amplas nomor berapa, asal nyomot punya suami :D )


Hasilnya begini, haduh..cantik beneur jadinya. Selama ini kan alas foto saya warnanya cuma hitam, putih, dan coklat (warna netral semua, trus polos aja gitu, ga ada aksen guratan kayu).


Sebelum ada yang nanya resep, roti ini saya beli di warung, harganya seribu.
emang isinya coklat, tapi saya tambahin keju biar tambah rame.

Read On

Egg Sandwich

0 komentar Saturday, September 19, 2015


Read On

Fruit Pie

0 komentar Thursday, September 17, 2015


Read On

DIY Paper Flower

0 komentar Monday, September 14, 2015


Awalnya cari-cari DIY yang gampang dan memakai barang-barang bekas. Trus saya ketemu blognya Cindy dan ikutan nyobain crafting. Ternyata nggak sulit, beberapa bahan saya ganti. seperti washi tape saya ganti dengan kertas print motif. cupcake warna hijau untuk daun saya ganti kertas warna hijau dan digunting bentuk lingkaran. pensil dengan penghapus karet saya ganti dengan pensil warna punya DJ (semoga dia nggak sadar pensil warnanya sudah transformasi jadi batang bunga).


Sayangnya, sama cuma sempat motret bahan-bahannya, nggak motret step-by-stepnya karena terlalu serius melototin layar komputer. (my next goal,,bikin DIY atau masakan lengkap dengan step-by-step nya)

Read On

Oatconut And Mango Panna Cotta

0 komentar Saturday, September 5, 2015

The Ingredient, sebelum masuk freezer

Yeay...akhirnya saya bisa bikin panna cotta!! 
Saya termasuk pecinta acara Masterchef US dan Indonesia. Setelah beberapa season nonton acara tersebut, hampir semua makanan yang disebut-sebut di sana nggak pernah saya cobain soalnya nggak punya bahan (misalnya heavy cream, whipped cream, cheese cream, dll) akhirnya saya patah semangat.

Untuk kasus panna cotta ini, saya terkendala dengan gelatin bubuk dan heavy cream (which is di sini nggak ada yang jual). Iseng-iseng saya browsing, dan ketemu blognya food blogger (India, kalo nggak salah..maaf saya cuma catat resep, dan lupa catat url blognya) berisi resep panna cotta tanpa pemakaian telur, krim dan gelatin. Lucky me!

Oatconut And Mango Panna Cotta (resepnya sudah dimodifikasi, untuk 1 buah jar)

Bahan : 
1 cup susu full cream 
2 sdm bubuk santan kelapa (atau santan kelapa) 
1/4 cup gula kastor 
2 sdm tepung jagung (atau maizena) 
1 sdt vanilla essence 
1 sdm oat 
3 sdm oat + butter untuk base 
potongan mangga untuk topping 

Cara membuat : 
# Masak oat dan butter. Masukkan ke dalam jar, dinginkan 
# Larutkan sebagian susu dengan tepung maizena hingga tercampur rata, sisihkan 
# Campurkan susu, santan, gula, vanilla dan 1 sdm oat ke dalam panci, masak hingga susu di pinggiran panci sedikit berbuih 
# Masukkan larutan maizena, aduk cepat hingga mendidih dan mengental 
# Matikan api, dinginkan 
# Tuang ke jar, dinginkan sekitar 1,5jam
# Setelah dingin, beri topping mangga Selain mangga, toppingnya juga bisa diganti buah-buahan lain yg rasanya asam (misalnya strawberry atau jeruk) gunanya supaya menyeimbangkan rasa manis pada panna cotta.



Awalnya saya nggak kepikiran untuk memberi topping. tapi saya pikir kurang seimbang dan pasti bikin eneg kalau rasanya cuma manis aja, (Foto di atas pakai topping alpukat yang dihancurkan, motretnya kesorean dan kayaknya alpukat nggak ngaruh sama sekali)

Besoknya, saya beli mangga, ternyata rasanya asem banget. cocok lah ini buat toppingnya.


Belakangan, saya baru sadar. Gelatin kan maksudnya agar-agar toh? hahahaha..Jadi mungkin lain kali saya tambahin agar-agar ke resepnya supaya bisa dicetak seperti panna cotta di masterchef.

Read On

Backlight

0 komentar Tuesday, September 1, 2015


Percobaan pertama saya memotret backlight
Masih kurang bright.
(jangan tanya resep karena kuenya saya beli di toko kue)



Read On

Masak Non MSG

0 komentar Wednesday, August 12, 2015


Menurut komentar dari teman-teman wfpp, itu sendok dan garpu too cute to be there.
iya sih,

Sebagai emak yang hobi nyobain resep baru, saya termasuk jarang memasak daging dan seafood. Jujur, selama 5 tahun menikah, saya cuma memasak daging 3 kali. Pertama sewaktu masih tinggal di rumah mertua (FYI, sudah dibumbui, tinggal digoreng), kedua dibikin sup daging, ketiga dibikin semur. Dua yang terakhir itu dikomentarin suami "alot kayak sendal" *hiks*. Sejak itu saya malas masak daging, alasan saya ke suami : kalo beli daging harus ke pasar sementara saya tiap hari belanja di warung. (padahal seminggu kadang 3x ke pasar, tapi tetap aja nggak pernah beli daging). Gitu juga dengan seafood. Meski saya pecinta cumi, udang dan kepiting tapi masak seafood hampir nggak pernah. Di sini harga udang (terakhir update) ukuran kecil-sedang aja sekilo 140rb, cumi nggak saya tanyain, kepiting? malah nggak ada yang jual. 

Pernah beberapa minggu yang lalu, DJ rewel tiba-tiba kepengen makan udang. Karena paginya saya banyak kerjaan, jadi nggak sempat ke pasar siangnya kami pergi ke salah satu rumah makan khas Musi Rawas. Saya dan suami makan pindang ikan, DJ makan udang satang. Ukurannya kecil sih, dagingnya cuma segede jempol saya. Sewaktu bayar, udang itu harganya 40rb. Saya dan suami cengar-cengir lirik-lirikan. Untung tadi cuma makan satu, hahaha.

Jadi, pilihan lauk yang jadi menu sehari-hari cuma : ayam, ikan (ikan patin, ikan nila, ikan sarden, ikan tongkol. nggak usah ngarepin ikan salmon deh, ga bakal ada di sini) dan telur. dan karena suami termasuk mudah bosan makan ayam,,jadi seringnya masak ikan.

Biasanya saya beli ikan di pasar, langsung minta dibersihin dan dipotong-potong. Jadi di rumah tinggal dicuci bersih trus dibumbuin. Dulu sih nggak mau repot, tinggal beli bumbu instan untuk ikan goreng, beres. Tapi semenjak saya mulai strict dengan msg jadi nggak mau lagi pakai bumbu instan dan sekarang merendam ikan, ayam dan tempe saya selalu pakai lemon/jeruk nipis, bawang putih dihaluskan dan sejumput garam. Nasi goreng? bawang putih-bawang merah, kecap manis, garam, sedikit kaldu alania. Sambal terasi? terasi bakar, tomat ceri, gula, garam. Bahkan jajan bakso atau mie ayam pun saya selalu pesan nggak pake micin/msg. Nggak bermaksud menjatuhkan pedagang yang makanannya menggunakan msg ya..saya cuma mau hidup sehat. 

Read On

Nastar

1 komentar Sunday, July 26, 2015

nastar nya retak, tapi tetap aja keliatan cantik 

Nastar Resep  dari blog Mbak Endang  Untuk sekitar 100 buah nastar imut 
Bahan: 
- 250 gram mentega (saya menggunakan merk blueband) 
- 90 gram gula halus
- 3 butir kuning telur 
- 50 gram susu bubuk 
- 350 gram tepung terigu protein rendah (di blog mbak endang ada perubahan dgn pemakaian terigu menjadi 250 gram + tepung maizena 150 gram, Susu bubuk dari 50 gram menjadi 100 gram tapi saya belum pernah coba yg ini)
- 1 sendok teh vanilli 

Olesan: 2 butir kuning telur - 1/2 sendok teh madu - 1 sendok teh air - 1 sendok teh minyak goreng 
Selai nanas: - 1 buah nanas palembang, kupas, parut atau blender - 200 gram gula pasir - 2 batang kayu manis - 3 butir cengkeh 

Cara Membuat Selai: 
Masak nanas, kayu manis dan cengkeh hingga airnya menyusut dan adonan agak lengket, masukkan gula pasir. Aduk hingga air habis, adonan menjadi selai dan bisa dibentuk. Dinginkan selai dan bentuk bulat-bulat sesuai keinginan. Jika selai terlalu lengket masukkan ke dalam lemari es hingga agak keras. 

Cara Membuat Kulit Nastar :
-Dengan menggunakan mixer, kocok mentega, margarine, gula halus dan vanilli sebentar saja hanya agar lembek dan tercampur saja. 
-Masukkan kuning telur satu persatu. Matikan mixer. 
-Masukkan campuran tepung terigu dan susu bubuk sedikit demi sedikit, aduk dengan sendok kayu/spatula hingga tercampur rata. 
-bagi menjadi beberapa bagian. Gilas adonan dengan ketebalan yang diinginkan kemudian cetak menggunakan gelas. Isi adonan dengan selai yang telah dingin, bulatkan. 
-Tata kue diatas loyang yang telah dialasi dengan kertas minyak (saya oles dgn mentega). Beri jarak antar kue, jangan terlalu berdekatan. 
-Panggang di oven yang telah dipanaskan + 20 menit sebelumnya selama + 20 menit atau 3/4 matang. -Set oven di suhu 150' C saja, (saya pakai oven tangkring dgn api sedang). 
-Keluarkan dari oven, olesi dengan bahan pengoles seluruh permukaannya hingga rata. Kemudian panggang kembali kue hingga matang kuning kecoklatan, + 15 menit. 
-dinginkan sebelum dimasukkan ke dalam stoples kedap udara.

Note : karena masaknya bareng dengan mertua, jadi nggak ingat resep ini dikali berapa, hasilnya 2,5 isi stoples kecil dan 1 stoples besar. Kupikir kalau bikin sendiri nggak bakal kuat, karena ini ngerjainnya dari jam 10 pagi sampai jam 4 sore. Eh tapi itu untuk porsi banyak ya (atau porsi jualan), 

Read On

Puding Coklat KFC

0 komentar Monday, June 29, 2015


Kenapa sih kalo bulan puasa iklan di televisi kebanyakan iklan makanan semua?

Biasanya kalau orang lagi puasa, pengennya berbuka dengan macam-macam makanan. Untunglah saya punya suami yang nggak ribet soal makanan, disuguhin apa aja sama istrinya diterima (eh nggak juga sih, kadang juga bapaknya DJ protes :D ) Seringnya malah DJ yang rewel, apalagi dengan usianya sekarang, ngeliat makanan yang diiklanin di tv pasti kepengen dan bilang "nda, nanti kita beli itu yah". Sesekali sih nggak apa-apa, lah kalo tiap hari? bangkrut deh emaknya.

Salah satu strategi saya untuk ngadepinnya yaitu menawarkan hal yang lain, misalnya : "wah, itu di sini nggak ada nak" atau, "gimana kalo kita bikin sendiri aja?" nah biasanya strategi ini berhasil (walaupun nggak mempan kalo iklannya mainan *sigh*).

Minggu pagi, tiba-tiba DJ ngajakin makan ke K** gara-gara liat iklan free dessert pudding. Saya yang waktu itu lagi puasa langsung nolak, alasannya nggak bisa nemenin DJ makan (ini alasannya kayak anak kecil banget deh,hahaha) lalu saya ngeluarin jurus penolakan dan nawarin untuk bikin sendiri. Untunglah DJ setuju.

PUDING VLA ALA KFC 
Bahan : 
1 bungkus agar-agar plain 
1/2 kaleng susu kental manis coklat 
1 sdm coklat bubuk 
150 gr gula pasir (aku cuma pake 100gr) 
1/2 sdt garam 
1200 ml air (bisa diganti susu cair) 

Bahan Vla ala KFC 
1 kaleng susu evaporated FN + 1 liter air 
6 sdm gula pasir 
2 sdt maizena 
2 sdt tepung custard
1/2 sdt vanilla 

Cara Membuat : 
- Puding : campurkan semua bahan kecuali gula dan garam. Aduk-aduk hingga rata dan saring. Tuang ke dalam panci. - Tambahkan gula pasir dan garam. Masak sambil diaduk-aduk hingga mendidih. Tuang ke dalam cetakan puding yang sudah dibasahi air atau ke dalam cup puding. Dinginkan. 

- Vla : Campur semua bahan kecuali gula pasir. Aduk rata hingga tidak bergerindil dan saring bila perlu. - Tambahkan gula dan masak hingga meletup-letup. - Angkat dan dinginkan. - Sajikan puding dingin bersama vla - 

Note : hasilnya persiiiiiis banget seperti yang di k**, alhamdulillah DJ suka, puding ini juga cocok untuk takjil. Selamat mencoba.

Read On

Mie Celor di #52WFPP

0 komentar Saturday, May 30, 2015

Tidak tinggal di kota kelahiran kadang bikin aku ngerasa rindu dengan makanan khasnya. Biarpun Lubuklinggau - Palembang jaraknya cuma 8 jam dengan kereta api (belakangan bisa 6 jam naik mobil lewat Sekayu) tapi tetap aja ada hal-hal yang nggak bisa aku temui di sini. Salah satunya adalah Mie Celor.

Aslinya memang Mie Celor adalah makanan khas Palembang. Salah satu penjual yang paling terkenal itu H. Syafe'i, letaknya di 26 ilir (kalo aku bilangnya di pasar 26, dulu biasanya aku jalan kaki ke sana soalnya dekat dengan rumah Oma). Eh tapi kok zaman dulu aku nggak tau ya kalo mie celor ini terkenal banget, hahaha

Pernah dulu, waktu hamil Dhanan aku kepengen banget makan ini, ngebayangin enaknya kuah udang dicampur jeruk nipis, kasih sambel sedikit, haduuuh..beneran mupeng! sampai akhirnya lihat iklan indo*** ternyata ada loh yg rasa mie celor.

Hasil eksekusi mie celor, supaya makin mirip aslinya 
ditambahin tauge dan irisan telur rebus. Lumayan lah biar nggak ngiler.


Waktu ada tema #52WFPPNoodle pun aku pake mie celor instan ini. Buat yang belum tau, #52WFPP (52 Weeks Food Photography Project) adalah projectnya mbak Sefa Firdaus , mbak Yulyan Parwati dan mbak Tika Nilmada via instagram. Jadi tiap minggu mereka bertiga bakal nentuin tema foto, siapapun boleh ikutan asal punya akun instagram yang nggak diprivate dan mencantukan hastag #52WFPP #52WeeksFoodPhotographyProject. Hampir sama kayak #Uploadkompakan lah, tapi bedanya fokus sama food photography aja. Trus jarak upload fotonya juga lebih lama. Nantinya foto yang sudah diupload dikomentarin sama mereka bertiga dan peserta yang lain. Gunanya supaya kita tahu kesalahan dari foto kita, selain itu dengan membaca komentar kita jadi lebih ngerti gimana caranya memotret makanan yang hasilnya bikin "ngiler-able".


Ini hasil fotoku untuk tema #52WFPPNoodle
ternyata salah fokus, jatuhnya malah fokus ke tauge, bukan ke mie 


Aku sendiri ikutan karena awalnya follow akun mbak yulyan, dan sampai sekarang total baru berapa kali ikutan karena suka bolos (kadang suka ga sempat motret). Mereka bertiga ini bener-bener top deh pokoknya, levelnya sudah profesional. Kapan lagi bisa belajar motret diarahkan sama yang pro, belajarnya sama yang sudah jago, gratis pulak! (tetep deh, emak Dhanan demen gratisan). 

Beberapa orang yang kukenal di instagram juga ada banyak yang fotonya mengalami perubahan (jadi makin kece) semenjak ikutan project ini. Entah itu pake hape atau pake dslr. Jadi berasa banget kalo kebanyakan bolos ga bakal dapet ilmu nya, rugi sendiri deh jadinya. 

Saranku buat siapapun yang mau ikutan, ya harus kuat mental. Namanya juga mau belajar, kalo emang dasarnya kita emang belum ngerti ya terima sajalah dikritik habis-habisan (eh tapi ini yang dikritik fotonya, bukan orangnya..jadi jangan "baper"). Satu lagi yang aku inget mbak Sefa sendiri pernah komentar kalo nggak peduli kita motret pake hp atau kamera, yang penting adalah "man behind the gun". Kalo dasarnya udah dapet, mau pake apapun bakal oke aja.


behind the scene motret mie celor, pakai sterofoam 2 buah 
untuk pengganti reflektor


So far, aku merasa masih belum bagus juga. Kadang motret white balance nya ga pas, dimataku terlalu biru, ternyata pas diupload malah jd terlalu kuning. Kadang juga suka ada printilan nyempil yang ga sesuai dengan tema fotoku. Pokoknya ada aja yg bikin aku ga puas. Well, kayaknya memang harus belajar lebih banyak lagi.


Read On

Giveaway @Bagusbaguswrapping

0 komentar Saturday, March 7, 2015

@Bagusbaguswrapping bikin giveaway!
Ehm, aku terlalu heboh soalnya yang ngadain GA ini olshop favorit yang jualannya paling hits se-instagram. Aku juga beli beberapa alas foto lipat dan properti foto yang lain (kalo buka akun ini suka kalap, maunya dibeli semua tapi apa daya isi dompet seadanya :'(

Karena tema nya inspirasi yang kamu pengen untuk dijadiin alas foto lipat, jadi aku foto dinding bata dan papan hitam polos. 


ini foto dinding bata di dapur vintage yang bikin orang-orang mupeng.
foto detailnya di sini


ini pakai papan triplek yang dicat hitam pakai pylox. Awalnya iseng aja sih coba-coba
tulis pake kapur ternyata hasilnya lucu (dan itu kapurnya kapur bagus yg buat ngusir semut, hahaha)

Dan ternyata alhamdulillah..fotoku terpilih sebagai salah satu pemenang. Yeayyy,,i'm very happy and proud! Inilah hadiahnya..alas foto lipat warna hitam polos yang sebenarnya sudah lama jadi idamanku buat properti belajar foto gelap-gelapan.


behind the scene. Yang jadi reflektornya loyang baking. Yah..reflektor abal-abal



taraaaaa...ini hasil fotonya 

Read On

Dapur Vintage

0 komentar Saturday, February 7, 2015


Dapur Vintage

Meski saya bukan penyuka shabbychic tapi model bata begini saya suka banget. 2 tahun tinggal di sini kok baru sadar sekarang ya kalo ternyata enak ngeliatnya.

Read On

Lucky Spot

0 komentar Thursday, January 29, 2015


Selama belajar motret saya selalu nyobain hampir seluruh spot yang ada di rumah. Mulai dari dekat jemuran, dapur, garasi, dekat rolling door, pinggir jalan, sampai di warung orang (selagi warungnya nggak buka) dan dari sekian banyak spot ada beberapa yang klik, ada juga yang nggak sreg (ah, bilang aja kamu nya yg ga jago, hen)

Pernah suatu sore, iseng motret di atas mobil pick up nya mamang. Beneran iseng sih ini. Kebetulan di seberang rumah kan ada lapangan kosong, rumputnya lagi tinggi. Jadi lah saya jongkok di samping mobil supaya dapet angle yang pas.

abaikan DJ yang sengaja nongol menginterupsi emaknya

Selanjutnya, hasil fotonya saya unggah ke instagram, sekalian ikutan challenge uploadkompakan (kalo menang kan lumayan juga, meski saya nggak ngarep-ngarep amat secara saingannya banyak yang lebih bagus). Tapi siapa sangka, ternyata banyak yang komentar suka banget liat rantai yang karatan dan alasnya yang kelihatan mengelupas. Sampai ada yang bela-belain nge-line dan nanyain gimana sih bisa motret bagus begitu? (saya sendiri bengong bacanya). Jujur, nggak munafik saya bilang foto saya bagus menurut penilaian saya sendiri. Tapi kalo sampe ditanya gimana caranya yah nggak tau mau jawab apa,,lha wong ini spot nya nggak sengaja juga (lebih ke faktor lucky) huhuhu.

IMO, memotret sama seperti hal lainnya, prosesnya bisa karena biasa. Jadi kalo sering-sering latihan (plus banyak belajar) akhirnya nanti bisa juga (meski dalam kasus saya, "bisa" nya masih lamaaaa banget). Pokoknya jangan males nyoba, jangan males baca, Di mana ada kemauan di situ ada jalan, ora et labor, hakuna matata. Ah..mulai ngelantur deh. Pokoknya semangat!!


NB : Alhamdulillah foto ini menang challenge, Woohooo..antara percaya-nggak percaya juga sih, tapi saya bersyukur banget ^^

Read On

Choco Chip Cookies

0 komentar Tuesday, January 13, 2015



Dulu pernah iseng-iseng bikin choco chip cookies, nyontek resepnya dari allrecipes.com. Hasilnya enak, walaupun bentuknya jadi gepeng dan lebar (bukan seperti di atas, yang di atas itu foto kukis pake goodt***) waktu itu aku pake wysman. Kali kedua coba bikin lagi tapi pake blueband, malah gagal total, berminyak sewaktu dipanggang. Jadi pesanku, jangan ngakalin isi resep..kalo ditulis butter lebih baik pake butter karena butter sama mentega itu beda saudara-saudara. Berikut penjelasannya yang aku kutip dari kokiku.tv

1. Mentega
Mentega terbuat dari lemak susu hewan yang diproses dengan bahan pendukung lainnya, seperti air, garam, dan susu. Karena terbuat dari lemak hewani, aroma mentega lebih tajam dan menggiurkan selera. Warna mentega kuning pucat dan mudah meleleh. Mentega mengandung vitamin A,D,Protein dan karbohidrat. Mentega memiliki aroma yang nikmat tetapi mengandung emulsi yang cukup buruk sehingga membuat tekstur kue tidak kokoh. Mentega lebih digunakan untuk membuat kue kering
2. Margarine
Margarin dibuat dari lemak nabati dicampur dengan garam dan bahan-bahan lainnya. Teksturnya lebih padat/kaku, berwarna kuning terang, tidak mudah meleleh, dan dijual dalam kemasan mangkuk plastik atau bungkung plastik. Biasanya, margarine digunakan untuk bahan kue, terutama berbagai macam cake. Margarine memiliki aroma yang tidak senikmat mentega, tetapi memiliki daya amulsi yang bagus sehingga membuat teksturnya kue menjadi lebih bagus. Margarin diperkaya dengan vitamin A dan beberapa vegetable oil adalah sumber vitamin E
3. Butter
Butter berasal dari cream dan garam. Oleh karena itu, apabila butter disimpan dalam suhu ruangan akan lumer. Terdapat dua macam butter, salted butter yang berasa asin dan unsalted butter.

ini yang pake wysman, 18 April 2014. biarpun bentuknya aneh tetep aja abis :D




Bahan : 
1 cup butter, cairkan
1 cup gula pasir 
1 cup brown sugar (aku pakai palm suiker) 
2 btr telur
2 sdt ekstrak vanilla
3 cups tepung terigu (aku pakai segitiga biru) 
1 sdt baking soda 
2 sdt air panas
1/2 sdt garam
2 cups coklat chips 
1 cup kenari cincang (skip)

Cara membuat :
# Panaskan oven sampai 350 degrees F (175 degrees C).
# Kocok mentega, gula pasir, dan brown sugar sampai halus. Masukkan telur satu per satu, kemudian tambahkan vanili.
# Larutkan baking soda dalam air panas. Tambahkan ke adonan bersama dengan garam. Aduk tepung, cokelat chip, dan kacang-kacangan, masukkan ke dalam adonan telur.Aduk rata.
# Cetak adonan dengan menggunakan sendok makan atau scoop eskrim
# Panggang selama 10 menit dalam oven, atau sampai ujung-ujungnya kecoklatan

Read On