Think! (Part 2)

0 komentar Friday, September 5, 2014

 source : here

Setelah kemarin curhat di blog ini akhirnya saya lega, plus sadar kalo nggak seharusnya saya curhat kayak beginian di blog *menyesal itu emang datangnya belakangan*
Trus saya juga takut nantinya ada yang sengaja jepret tulisan saya trus publish di socmed, trus saya dituntut atas pencemaran nama baik (ini gara-gara terlalu serius baca berita tentang si Florence di sini dan di sini)

Ternyata memang nggak semua "teman" itu benar-benar teman. Buktinya si Flo itu curhat di Path nggak taunya ada salah satu "teman" nya yang capture trus dishare. *Ah..sudahlah, jangan dibahas terus si Flo ini..kasihan dia, lagipula toh dia sudah minta maaf*

Intinya saya sendiri menyesali curhatan nggak jelas yang saya tulis kemarin. Perkara mau punya anak lagi sekarang atau nanti biarlah Allah yang atur, yang penting usaha dan doa. Tapi saya tetap berharap suatu saat "lawan bicara" saya atau teman-teman yang lain membaca curhatan saya kemarin, hehehe, supaya kita selalu sadar untuk berpikir dulu sebelum berbicara. Biarlah lambat mengeluarkan pendapat yang penting selamat *lho*. Semoga nantinya kita (aku, kamu dan kalian semua) lebih berhati-hati dalam berucap dan bersikap.

Have a nice Friday!

Read On

Think!

0 komentar Thursday, September 4, 2014

source : here

Mendadak hati saya nggak enak. Saya mengenang masa-masa dulu ketika belum punya anak (Saya baru hamil Dhanan setelah 9 bulan menikah). Selama 9 bulan itu dicekokin pertanyaan dan pernyataan "kapan mau punya anak?"; "jangan ditunda, nanti keburu tua" ; "harus rajin-rajin ngurusin anak kecil biar cepat dikasih momongan" dan blablablabla. Dulu saya cuma menanggapi dengan senyum dan jawab "masih terus diusahakan, semoga Allah cepat ngasih". 

Sekarang, setelah usia Dhanan sudah 3 tahun lebih saya merasa masa-masa itu terulang lagi. Sungguh saya dan suami kepengeeen banget Dhanan punya adik. Saya memang termasuk ibu-ibu yang tegas dalam mendidik anak. Dhanan sendiri termasuk anak yang nakal, jahil dan nggak bisa diam. Tapi jujur, saya nggak suka lihat anak-anak yang suka kasar, main pukul, nangis teriak-teriak terus didiemin begitu aja sama ibunya, ngomong bentak-bentak orangtua (meskipun usia mereka masih 2-6 tahun). Bagi saya pendidikan sejak dini itu sangat penting. 

Iya, saya orangnya kaku. Saya nggak suka ngeliat anak saya nonton Bima Ksatria Garuda dengan suara yang super kenceng. Saya ngelarang anak saya pukul atau tendang tante/om-nya meski mereka merasa itu kejahilan anak kecil. Buat saya itu bukan hal yang sepele, tanggung jawab seorang ibu untuk mengajarkan anaknya mana hal yang baik dan yang buruk. Mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak.

Saya sendiri hidup dibesarkan dalam keluarga yang tegas bahkan cenderung keras. Tapi menurut saya orang tua nggak mungkin mendidik yang buruk untuk anaknya. Saya nggak menganggap semua ibu harus mendikte anaknya, bukan juga cara mendidik saya yang paling benar . Nggak. Semua itu pilihan masing-masing individu.

Hingga suatu saat seseorang bilang "Kamu nggak suka berisik sih, makanya sampai sekarang belum dikasih anak lagi". dan karena perlu merasa membela diri, saya pun menjawab "Punya anak lagi juga kan lahirnya nggak langsung gede dan berisik". Saya langsung down. Astaghfirullahal'adzim. Itulah kenapa kita diharuskan berpikir dulu sebelum bicara. Karena secuil kalimat itu, saya semalaman susah tidur. Kalimat itu terus terngiang-ngiang dipikiran saya hingga saya bertanya "benarkah itu, Ya Allah?" Saya mencari pembenaran bagi diri saya sendiri. Teman suami saya sudah menikah lebih dari 5 tahun. Istrinya suka banget sama anak kecil. Tapi sampai sekarang mereka juga masih belum punya anak. Tante saya sendiri bahkan dulu sampai 10 tahun menikah belum punya anak. Lalu? Apakah masih ada yang sok tahu alasan dibalik rencana Allah?. Dalam hati saya bertanya kepada lawan bicara saya, "kamu siapa sih? Tuhan bukan? Kok bisa segitunya menyimpulkan alasan kenapa saya sampai sekarang belum hamil lagi?".

Read On

PeDeKaTe Sama Otang

11 komentar Wednesday, October 30, 2013

Bisa dibilang membuat kue adalah salah satu hal yang paling saya idamkan. Pengen banget punya oven sendiri dan bikin kue sendiri buat suami dan anak. Sejak kecil saya tinggal bersama tante dan mama yang doyan membuat kue sendiri, apalagi kalau sudah menjelang Idul Fitri. Tapi dulu saya ogah ikutan bikin (dan dilarang juga sama si tante karena bisanya cuma "ngacau") akhirnya saya cuma jadi penonton setia. Ibaratnya kalau disuruh ngejelasin secara teori gimana cara membuat kue ya sudah hafal di luar kepala. Soalnya tante dan mama saya itu bikin kuenya nggak pernah dalam jumlah sedikit. Bedanya, kalau tante saya itu spesialisnya bolu, cake dan cookies..mama saya spesialis kue basah (seperti kue lapis legit, maksuba dan kue-kue khas Palembang lainnya). Kalau kue basah terus terang saya kurang doyan ya..ngeliat cara bikinnya yang bisa sampai 8 jam, sedikit-sedikit diintip, kasih lapisan selembar demi selembar..ngeliatnya aja capek!

Nah..Senin minggu lalu sepupu suami saya si Nanda bilang kalau dia dapat tugas ekonomi dari sekolahnya. Tugasnya itu disuruh jualan. Terserah mau jualan apa aja yang penting ada cash flownya. Dia minta pendapat saya dan tercetuslah ide untuk berjualan sushi (lha,,kok jadi sushi? kuenya mana? Sabar dulu..dibaca terus ya, hehehe). Setelah pesan nori dan bahan-bahan lainnya (dan training bikin sushi sama saya, halah..wong saya juga baru mau coba kok!) akhirnya Kamis Nanda berjualan sushi di sekolahnya. Alhamdulillah laku! 20 pcs semuanya habis (resep sushi roll bisa dilihat di sini ya). Sampai Sabtu Nanda bilang kayaknya harus ganti menu..bosan kan kalau makan sushi melulu sampai sebulan? (tugasnya itu sebulan..hebat ya sekolah zaman sekarang, waktu saya masih SMA nggak ada tuh tugas beginian :D)

 Semua ide saya sudah dikeluarin, kita pengennya bikin pizza mini tapi nggak punya oven. Saya ingat sewaktu masih tinggal dengan mertua di gudang ada oven tangkring. Jadi saya dan Nanda langsung pergi ke rumah mertua (nggak lupa, Dhanan juga ikutan. Pokoknya setiap kami pergi dia pasti ikut. Dia itu bodyguard saya supaya saya nggak digangguin abege-abege karena dikira masih sekolahan. Hihihi). Dan bertemulah kami dengan si otang (oven tangkring). Karena otangnya sudah berdebu (maklum..mertua saya jarang pake) jadi langsung saya mandikan pake sabun sunlight biar jadi ganteng lagi, hehehe.

Otang yang udah rapi jali dan duduk manis di atas kompor





Sambil baca-baca forum sana-sini supaya bisa mengenal lebih jauh si otang maka kami mulai membuat adonan pizza sederhana. Tapi sayang sepertinya ada kesalahan dari bahan-bahannya, jadi adonan roti pizzanya nggak mengembang.

dimasak 30 menit lebih tetap aja setipis itu, hiks. Saya nggak nyalahin kamu, tang..emang saya yang salah. hiks


Keesokan harinya, berbekal rasa penasan yang udah ga bisa dibendung lagi (apalagi terigu dan bahan-bahan lain masih bersisa, ga mau rugi..pokoknya harus ada hasil!) kami membuat roti manis yang resepnya saya ambil dari blognya mbak ricke yang isinya kuubah dengan coklat.

tahap pertama, sebelum didiamkan 45 menit dalam wadah tertutup
tahap kedua, setelah didiamkan 45 menit alhamdulillah mengembang 2x lipat
tahap ketiga, dibentuk, diisi coklat dan sosis.(Untuk yang sosis itu bisa lihat step by stepnya di sini) dan didiamkan lagi 30 menit (tutup dengan plastik)
Tahap keempat, pemanggangan. Sebelum adonan dimasukkan ke dalam oven saya sudah bilang assalammualaikum dan bismillah sama si otang supaya dia nggak grogi. Selama pemanggangan saya juga suka curi-curi pandang alias intip-intip ke dalam, takut roti saya gosong.


And finally..yeay!!!...roti saya sudah jadi!! Agak lengket di loyang karena dengan bego' nya saya lupa mengoles mentega tipis-tipis di atas loyang (dasar Henny, selalu aja ada yang ketinggalan) Kalau dihitung-hitung persiapan dan pemanggangannya habis waktu 3 jam (nggak ngitung sih mulainya jam berapa). Dan yang bikin seneeeeeeng banget, semua yang cicip bilang rotinya enak! (meski saya sendiri merasa rotinya kurang "nyes" saat digigit, gimana ya..kayak makan roti tawar gitu deh. Apa perlu dikasih bread improver? Soalnya tadi saya nggak pake). So..this is it..

Choco and caterpillar bread.
Makasih banyak otang,,besok-besok kita nge-date lagi yah :)
 Resepnya bisa dilihat di blognya mbak Ricke


NB : Walaupun roti bikinan saya udah jadi, akhirnya Nanda malah jualan pisang coklat-keju karena membuat roti itu memakan waktu yang lama. Bayangin kalau mau rotinya fresh, harus bangun jam berapa sebelum ke sekolah??

Read On

Cerita 2 Tahun

5 komentar Saturday, July 6, 2013

Ini cerita tentang saya yang sedang mudik ke Palembang berdua dengan Dhanan. Sudah satu minggu lebih di Palembang ujung-ujungnya Dhanan dirawat di rumah sakit. Lho..gimana ceritanya??

Begini saudara-saudara. Ceritanya nih selama kami di Palembang si Dhanan dimanja (banget) sama oma dan kakeknya, tiap hari dibeliin eskrim, permen, cokelat dll. Saya sebagai ibu dan anak yg baik ya ngebiarin aja, toh Dhanan juga jarang ketemu oma dan kakeknya. Terus terang nih, di Lubuklinggau aja saya ibaratnya sebulan sekali lah beliin Dhanan eskrim (kalo coklat, wafer, biskuit, permen ya tiap hari pasti beli). Bukannya saya orang tua yang overprotektif, tapi toh buat kebaikan sang anak juga. Nah, entah hari keberapa tiba-tiba Dhanan batuk dan pilek. Saya langsung menghentikan semua acara ngemil eskrim, coklat dll. Ternyata si oma (yang saking sayangnya dengan cucu *sigh*) masih aja ngasih, dengan alasan kasihan sama Dhanan dari tadi udah minta dibeliin. Bukan cuma oma doang sih, keluarga yg lain juga dengan ramahnya nyodorin cemilan (Dhanan emang anaknya doyan makan, dikasih apa aja mau).

Dan mimpi buruk itu pun terjadi lagi, Dhanan demam tinggi sampai 40,5°.

Saya langsung panik, alhasil setelah minum sanmol sampai 5jam sekali dan ternyata panasnya nggak turun-turun juga, saya membulatkan tekad untuk langsung membawa Dhanan ke rumah sakit. Alhamdulillah panasnya langsung turun. Setelah cek labor baru ketahuan ternyata jumlah leukosit di dalam tubuhnya terlalu tinggi dan menyebabkan infeksi/radang.

Tahun lalu, hampir 2 minggu sebelum ultah Dhanan yg pertama, pengalaman seperti ini sudah pernah terjadi. Penyebabnya sama, asal mula demamnya juga sama. Saya seperti ngerasain deja vu. Dan ini bikin saya kesal setengah mati, dua kali.

Sebenarnya setelah ditangani di IGD demamnya Dhanan langsung turun. Tapi karena hasil laboratorium menunjukkan kondisi darahnya begitu ya terpaksa Dhanan harus rawat inap selama 5 hari sampai leukositnya normal.

Akhirnya, pada hari ketiga tepat tanggal 30 Juni 2013 Dhanan merayakan ulang tahunnya di rumah sakit, dengan sepotong cake coklat, dengan lilin tanpa api yang menyala (karena di sekitar sini ga ada yang merokok). Happy 2th birthday, I pray especially for you for the better.

Read On

Akhirnya Gabung di KEB ! !

2 komentar Tuesday, June 11, 2013

Sumatera Selatan semakin panas! Emang begitu..soalnya Indonesia sudah memasuki musim panas, ditambah lagi dengan "pelengkap suasana" . Ruko ku yang halaman depannya nggak pake awning juga kena getahnya. Oke, screw it.

Bagi saya cuaca panas itu bukan masalah. Sama aja dengan hujan sih. Namanya juga kehendak Tuhan. ya Alhamdulillah aja. Tapi...kalau dibumbui dengan "pelengkap" ya beda ceritanya. Pelengkap yang saya bilang di sini bukannya ajinomoto, masako, atau sasa..hehehe. Maksudnya gini, kalau cuaca panas..keluar dari kamar yang pake AC trus yang kecium bau keringat dan bau kaki anak-anak baru pulang sekolah (kecuuuut, banget! andai kalian ada diposisi saya saat itu, hiks) so pasti bikin drop!. Kira-kira pilihan yang tersedia seperti ini :

1. Masuk lagi ke dalam kamar, leyeh-leyeh sambil main sama anak atau nonton dvd korea

2. Cuek aja, ikutan duduk dan fesbukan

3. Kabur keluar ruko dengan resiko bakal gosong dan kepanasan karena matahari berada tepat di atas kepala!

Kalau ada yang berani pilih nomor 2, saya angkat 4 jempol! (sama jempol kaki sekalian).

Saya sendiri nggak milih salah satu dari pilihan di atas. Dengan membulatkan tekad dan mempertebal muka maka dengan semangat '45 saya buru-buru masuk ke kamar lagi, ambil parfum suami dan nyemprotin keluar 3x. Harum seketika!! :)))

Ah iya, mungkin rada bingung. Kayaknya saya emang belum pernah membahas kalau saya ini tinggal di sebuah ruko (udah bilang belum sih? lupa nih) yang baru jadi lantai dasarnya doang (doain saya dan suami rezekinya lancar, biar bisa bangun atasnya juga. aminnnnnn) dan dibagi 3 ruangan. 1 ruangan untuk warnet, satunya lagi toko baju kecil-kecilan, dan satu lagi kamar. Jadi kalau keluar kamar langsung ke warnet, ketemu sama penghuni-penghuninya yang aneh bin ajaib. Kapan-kapan saya ceritain satu-satu. Insyaallah..

Cerita yang lain, setelah berbulan-bulan mulai mandeg lagi nulis di blog akhirnya saya memberanikan diri untuk ikut bergabung di Kumpulan Emak Blogger alias KEB. Awalnya sih karena liat di TL nya @emak2blogger yang berisi tips, curhatan (ini yang paling sering dibaca) dan info seputar giveaway atau lomba blogger. Beberapa teman saya juga udah ada yang ikutan gabung di sana, makanya kepengen ikut juga. Setelah requestku diapprove sama Mak ErTe a.k.a Mak Sary (you're so kindhearted mak!) saya langsung memperkenalkan diri. Alhamdulillah disambut dengan baik oleh penghuni grup. Semoga dengan begini semangatku buat ngeblog bisa tumbuh lagi, ga enak juga kalo melempem terus :D

Read On

#30DaysPhotoChallenge #Day3

2 komentar Wednesday, April 17, 2013


#30DaysPhotoChallenge #Day3 #Happiness

Loh, kok langsung Day 3? Iya. Soalnya untuk Day 2 dengan tema #Smile itu pakai foto saya sebelum berhijab, makanya nggak dishare di sini.

Untuk foto Day 3 ini ceritanya ada adik sepupu suami saya yang berangkat ke Jogja untuk ikut tes ujian masuk ke salah satu universitas swasta. Adik Sepupu suami saya ini emang cukup dekat dengan Dhanan. Sepulangnya dari sana ternyata dia bawa oleh-oleh satu stel kaos Jogja bergambar sepeda onthel dan blangkon. Namanya juga Dhanan, liat saya pulang bawa kantong kresek aja dia udah senang banget, apalagi dibawain oleh-oleh, hahaha (jangan bilang ini turunan dari emaknya yang suka hadiah dan gratisan). 

Read On

#30DaysPhotoChallenge #Day1

2 komentar Tuesday, April 9, 2013


Dikasih tantangan sama teteh Linda di facebook. Judulnya sih tantangan foto 30 hari, tapi ternyata nggak harus dilakukan selama 30 hari berturut-turut. Akhirnya saya share ke twitter dan mention teman-teman lain yang (diduga) hobi foto-foto juga macamnya teteh Tikambak Ranny, teteh Aia, Yolis, dan Itik Bali. Alhamdulillah sepertinya mereka juga tertarik untuk ikutan (walau entah bakal dimulai kapan. Kapan ya teh aya???). So here's my photo #Day1 dengan tema : Favorite Food.



Nggak terlihat menarik yah? Malah teteh Aia sama teteh Linda nanya "itu apaan, hen?" hahaha. Saudara-saudara sekalian, perkenalkan...gambar di atas adalah foto Mie Ayam yang nggak pakai daun bawang. Makanan yang paling saya suka. Ceritanya gini, dulu almarhum kakek saya suka banget ngajakin makan mie pangsit di French Bakery di Jl. Kolonel Atmo Palembang(dekat Gramedia Atmo). Itu waktu saya berusia sekitar 5 tahun dan sejak itu langsung jatuh cinta. Meskipun sekarang mie pangsit di sana rasanya udah nggak seenak dulu tapi tetap saja saya suka. Selain makan di sana saya juga suka hunting tempat-tempat yang jualan mie ayam(sampai ke Lubuklinggau juga). Trus nih, waktu hamil si Dhanan saya juga ngidamnya makan mie ayam melulu. Kalau dihitung-hitung mungkin hampir tiap hari deh makan itu, sampai suami saya bosan sendiri. Dan ternyata, sekarang pun Dhanan ikutan jatuh cinta sama mie ayam. Hihihihi.

So, ada yang mau ikutan tantangan ini? Jangan lupa mention atau tag teman-temannya yah :)

Read On