#30DaysPhotoChallenge #Day32 komentar Wednesday, April 17, 2013
#30DaysPhotoChallenge #Day3 #Happiness
Loh, kok langsung Day 3? Iya. Soalnya untuk Day 2 dengan tema #Smile itu pakai foto saya sebelum berhijab, makanya nggak dishare di sini.
Untuk foto Day 3 ini ceritanya ada adik sepupu suami saya yang berangkat ke Jogja untuk ikut tes ujian masuk ke salah satu universitas swasta. Adik Sepupu suami saya ini emang cukup dekat dengan Dhanan. Sepulangnya dari sana ternyata dia bawa oleh-oleh satu stel kaos Jogja bergambar sepeda onthel dan blangkon. Namanya juga Dhanan, liat saya pulang bawa kantong kresek aja dia udah senang banget, apalagi dibawain oleh-oleh, hahaha (jangan bilang ini turunan dari emaknya yang suka hadiah dan gratisan).
#30DaysPhotoChallenge #Day12 komentar Tuesday, April 9, 2013
Dikasih tantangan sama teteh Linda di facebook. Judulnya sih tantangan foto 30 hari, tapi ternyata nggak harus dilakukan selama 30 hari berturut-turut. Akhirnya saya share ke twitter dan mention teman-teman lain yang (diduga) hobi foto-foto juga macamnya teteh Tika, mbak Ranny, teteh Aia, Yolis, dan Itik Bali. Alhamdulillah sepertinya mereka juga tertarik untuk ikutan (walau entah bakal dimulai kapan. Kapan ya teh aya???). So here's my photo #Day1 dengan tema : Favorite Food.
Nggak terlihat menarik yah? Malah teteh Aia sama teteh Linda nanya "itu apaan, hen?" hahaha. Saudara-saudara sekalian, perkenalkan...gambar di atas adalah foto Mie Ayam yang nggak pakai daun bawang. Makanan yang paling saya suka. Ceritanya gini, dulu almarhum kakek saya suka banget ngajakin makan mie pangsit di French Bakery di Jl. Kolonel Atmo Palembang(dekat Gramedia Atmo). Itu waktu saya berusia sekitar 5 tahun dan sejak itu langsung jatuh cinta. Meskipun sekarang mie pangsit di sana rasanya udah nggak seenak dulu tapi tetap saja saya suka. Selain makan di sana saya juga suka hunting tempat-tempat yang jualan mie ayam(sampai ke Lubuklinggau juga). Trus nih, waktu hamil si Dhanan saya juga ngidamnya makan mie ayam melulu. Kalau dihitung-hitung mungkin hampir tiap hari deh makan itu, sampai suami saya bosan sendiri. Dan ternyata, sekarang pun Dhanan ikutan jatuh cinta sama mie ayam. Hihihihi.
So, ada yang mau ikutan tantangan ini? Jangan lupa mention atau tag teman-temannya yah :)
Ikutan Giveaway Yuk!1 komentar Tuesday, February 5, 2013
Bagi emak-emak blogger seperti saya, sesuatu yang gratis adalah hal yang menyenangkan (hehehehe, hayo para emak,,,ngaku!!!). And since i've suffer much time in twitter, ada sebuah twit yang isinya menginformasikan giveaway. Maka dengan semangat '45 saya langsung lari ke TKP. Oalah, ternyata bundanya Rafa yang kasih giveaway. Ada satu item yang bikin mupeng.
Quinna pants by WAM, naksir lihat bentuknya yang unik :)
Kalau teman-teman yang lain mau ikutan boleh langsung cek di blognya yah. Selain quinna pants ini ada juga beberapa scarf, aneka macam jilbab, eyeshadow dan bodycream sebagai free gift. And as usually, tiap giveaway pasti ada rule-nya dong ya. Syaratnya gampang kok, tinggal follow blognya (itupun katanya tidak diharuskan, tapi saran saya harus follow blognya yah biar ga ketinggalan update resultnya), tulis nama, email dan alamat blog, mention di twitter dan share giveaway tersebut. Hurry up guys! batas waktunya hanya sampai 15 Februari 2013. Wish we luck!
10 Peraturan Rahasia Pernikah (Repost Versi Saya)4 komentar Thursday, January 10, 2013
Setelah selesai mengecek email, hapus spam dari sana-sini akhirnya saya mampir demi membaca berita di salah satu web portal terbesar. Diantara sekian banyak berita tentang artis yang lepas jilbab, operasi plastik, atau berita politik saya berhenti di tulisan berjudul "10 Peraturan Rahasia Pernikahan". Agak tergelitik, saya lanjut membaca. Menarik! Berikut isi dari artikel tersebut :
1. Jangan mengkritik orangtua atau sahabat pasangan Anda.
Menurut saya ini yang paling utama. Karena kalau ini saja sudah dilanggar, saya yakin sebuah hubungan nggak bakal bisa bertahan lama. Oh, okelah kalau mengkritik dengan cara baik-baik, tapi saya rasa itu juga nggak bisa dijadikan pengecualian terutama kalau itu menyangkut tentang orangtua. Memangnya siapa sih yang mau orangtuanya dikritik?
2. Katakan kepada pasangan Anda mengenai berbagai kontak dengan mantan Anda.
Saya yakin ada banyak manusia di dunia ini yang memiliki pasangan yang mudah cemburu. Manusiawi kok! Jadi kalau mau hubungannya nggak runyam lebih baik jujur. Entah itu kontak melalui friend request facebook, atau add pin bb pokoknya harus jujur. Dan kalau pasangan kita termasuk golongan yang saya sebutkan tadi, lebih baik tambahkan penjelasan kalau kita nggak menggubris kontak itu.
3. Jangan terlalu mendikte.
Bagian ini kena banget di hati saya. Bukan berarti saya suka mendikte suami sih, tapi memang saya memiliki kecenderungan bossy. Cara mengatasinya begini, gunakan bahasa yang halus dan tawarkan pilihan misalnya : "Kalau begini gimana?" atau "Kayaknya lebih bagus kalau..". Jangan lupa tanyakan pendapat dan minta persetujuan.
4. Jangan terus mendominasi.
Hayoo,,para istri,,berhentilah menjadi superwoman! mintalah bantuan sesekali meskipun mungkin kita bisa melakukannya sendiri. Interaksi itu penting loh! Apalagi kan di dalam rumah tangga itu ada 2 orang yang terlibat.
5. Jangan bahas persoalan masa lalu.
Atau setidaknya jangan berlebihan.
Saya jadi ingat waktu menonton audisi Indonesian Idol 2012. Si om Felix bilang "do not extend any error" yang kira-kira artinya adalah "Jangan memperpanjang kesalahan". Ini juga bikin kepala saya mengangguk berkali-kali. Menikah itu berarti menyatukan dua insan. Syukur-syukur kalau ketemu pasangan yang samaaaaaa banget maunya sama kita. Lah kalau ketemu yang beda 100%? Kadang semua hal sepele bisa jadi masalah. Disini lah rasa "pengertian" dan "memaafkan" bekerja. Jangan gara-gara suami numpahin gula sedikit saja dijadikan bahan pertengkaran, atau istri yang lupa dimana meletakkan korek api malah menyulut keributan. Maafkan saja dan lupakan! Manusia kan nggak ada yang sempurna.
6. Jangan pendam perasaan Anda.
Kalau kita merasa ada hal-hal penting yang perlu diutarakan ya katakan saja. Misalnya rumah berantakan, kita lagi nggak enak badan kan bisa minta tolong suami untuk mencuci piringnya sendiri atau kalau kita sedang sibuk melakukan suatu pekerjaan penting katakan kepada pasangan untuk tidak mengganggu selama kita sedang bekerja karena takut akan menganggu konsentrasi.
7. Jangan menyampaikan pemikiran pribadi atau mengunggah foto secara terbuka.
Tidak perlu seluruh dunia tahu kalau rumah tangga kita sedang diterpa badai kecil. Yang ini saya sering lihat di facebook. Apalagi yang sedikit-sedikit update status curhat. Astaghfirullahaladzim..budayakan malu yah. Kalau kita nggak menuai cerita orang lain nggak mungkin memberi komentar.
8. Luangkan waktu untuk keluarga.
Ibu-ibu...jarinya jangan melulu pencet keypad handphone dong. Suami juga jangan melulu ngurusin pekerjaan. Harus perhatian sama pasangan, perhatikan keluarga. Sesekali jalan-jalan atau makan malam di luar bareng keluarga atau bermain bersama anak di rumah juga boleh. Keluarga yang hangat itu cerminan keluarga bahagia (hehehehe)
9. Jangan umbar kata “C” (yaitu cerai).
Terutama kalau lagi ribut besar. Terkadang kita sendiri juga terbawa emosi. Ini gawat loh! Makanya tanamkan prinsip "menikah sekali seumur hidup". Semua masalah pasti ada penyelesaian. Allah juga nggak akan menguji diluar batas kemampuan umatnya.
10. Jadilah yang pertama untuk pasangan Anda.
Sebenarnya untuk yang terakhir ini saya sendiri juga belum "ngeh" maksudnya apa. Tapi kalau menurut pemikiran saya mungkin begini : Selalu ada di samping orang yang kita cintai. Jadi kalau dia sedang tertekan, cobalah untuk jadi orang yang paling pertama menyadari dan memberikan support. Kalau kata Ariel Noah "Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu". Ngerti kan maksud saya???
Belajar Bahasa Korea12 komentar Monday, October 22, 2012
I'm back. Saya kembali dengan keyakinan bahwa saya harus bisa berbahasa Korea! Bisa ngomong dan nulis hangul. Pokoknya bisa ngerti apa yang diobrolin sama artis-artis Korea dalam drama mereka. Kali ini keyakinan saya sudah bulat, lebih bulat dari bentuk bulan purnama. Alasannya? Berawal dari keisengan saya membuka website tentang info lowongan pekerjaan yang akhirnya nyasar ke situs BNP2TKI dan melihat Program G to G Korea tentang penyediaan TKI untuk negara tersebut. Setelah baca ketentuannya ternyata mendaftar jadi TKI untuk ke Korea itu tidak gampang saudara-saudara. Kita harus bisa menulis, membaca dan berbicara bahasa Korea setidaknya 40%. Atas dasar itulah akhirnya saya menetapkan hati dan niat saya untuk belajar bahasa Korea.
Kalau dipikir-pikir, sebenarnya sangat tidak mungkin bagi saya untuk mendaftar jadi TKI. Bisa-bisa suami saya heran. Buat apa, katanya. Saya sendiri juga sudah memikirkan hal itu, hehehehe tapi karena sudah terlanjur ngotot ya saya lanjutkan saja. Toh sejauh ini suami tidak melarang (asal alasannya bukan karena mau menjadi TKI).
Belajar bahasa Korea itu ribet banget! Serius! Apalagi karena saya tidak tinggal di kota-kota besar yang menyediakan kursus bahasa Korea. Benar, saya belajar sendiri melalui buku yang baru akan saya pesan secara online dan beberapa ebook yang sudah saya download. Selain itu juga ada salah satu teman saya yang berjanji akan membantu kalau ada sesuatu yang tidak saya mengerti (dia juga ikutan kursus di Bandung). Doakan saya berhasil secepatnya ya :)
Cerita lainnya, beberapa hari yang lalu mendadak saya mendapat panggilan dari puskesmas di dekat rumah mertua saya. Ternyata besoknya akan diadakan lomba bayi sehat tingkat kota. Hmm..beberapa bulan yang lalu (sewaktu Dhanan berusia 9 bulan) dia diikutsertakan dalam lomba bayi sehat tingkat kecamatan dan mendapat juara pertama. Singkat cerita, setelah ikut tes kesehatan umum, gigi, psikologi dan sebagainya alhamdulillah Dhanan mendapat juara kedua. I'm really happy and proud of my boy.
H-151 komentar Friday, August 3, 2012Puasa ke-15, berarti H-15 menuju lebaran. Ini pertama kalinya saya puasa tanpa orang tua (cuma saya, suami dan DJ..tahun lalu saat DJ lahir saya masih tinggal dengan mertua). Sedikit repot ternyata. But, enjoy :) Lebaran tahun ini saya nggak punya rencana untuk mudik ke Palembang. Soalnya sayang ngebiarin anak-anak gamer buang-buang duit THR di tempat lain (you know what i mean, heheheh). Mungkin sehari sebelum lebaran saya dan suami pulang ke rumah mertua. Tahu kan kalau tinggal di komplek sana..setiap ada hari raya pasti satu komplek dikelilingin. Istilahnya : Pantauan (entah apa yang harus dipantau, makanannya mungkin?). Jadi gini, mertua saya tinggal di blok B. Setelah selesai sholat Ied, sungkem-sungkem sekeluarga, Ayah mertua saya bersama dengan para tetangga yang laki-laki berkeliling dari rumah satu ke rumah yang lain yang ada di blok itu. Duduk beramai-ramai sambil membacakan doa yang ditujukan untuk penghuni rumah, dan akhirnya makan-makanan yang disajikan di sana. Lalu berpindah ke rumah yang lain, begitu seterusnya sampai semua rumah selesai didatangi. Setelah itu para ibu menyusul..bedanya cuma keliling dan makan-makan doang, sambil ngobrol-ngobrol tentunya. Seingat saya (yang udah 3 tahun tinggal di sana) rumah yang ada di blok B jumlahnya ada 23. Kebayang kan gimana jadinya perut kalau di setiap rumah kita harus cicip-cicip makanan yang ada (cinta banget deh sama tradisi kayak begini!!!) Cerita lainnya, DJ sudah mulai belajar berdiri dan jalan selangkah dua langkah. He's so enthusiastic herself. Setiap dia sudah berdiri pasti nyengir, trus kalau sudah jalan satu langkah langsung histeris kesenangan, kalau jatuh juga gitu. Sayangnya saya nggak bisa terus-terusan suruh dia belajar berjalan, soalnya dia sendiri kadang mau kadang juga nggak. Usianya sudah 1 tahun 1 bulan, berat badannya mungkin sudah diatas 11 kg, sementara berat badan saya turun terus dari 53 kg sampai sekarang 49 kg. Kalau gendong DJ kemana-mana tuh suka diliatin orang kayak keheranan gitu. Mungkin orang mikirnya nih cewek gendong adiknya atau anaknya? huehehehehehe... Suami saya juga semakin kurus. Kita berdua emang gila, kalau sudah di depan komputer suka lupa waktu. Tapi anehnya kami berdua nggak bisa cegah kebiasaan ini :( Pernah dulu, waktu saya masih rajin-rajinnya ngeblog sementara suami duduk di sebelah saya juga ngeliatin PC-nya sambil main game. Kita berdua duduk 5 jam nggak berdiri sama sekali tanpa saling ngomong. Kalimat yang keluar dari mulut suami saya cuma "lagi nulis blog nda?" dan saya jawab "he-eh". Udah, itu doang. Kami berdua memang PC addicted. Udah ah, segitu dulu cerita dari saya hari ini. Kalau dipikir-pikir sudah ganti bulan dari postingan terakhir yah. maapkeun...
B-E-A-U-T-I-F-U-L7 komentar Wednesday, June 6, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
LabelsDear Friends..
|
.jpg)













