Foto Minim Properti

0 komentar Saturday, September 26, 2015


Saya baru mulai ngumpulin properti foto. (dan bingung sendiri mau ditaruh di mana?) awalnya cuma beberapa alas foto lipat, trus ditambah cangkir enamel, beberapa piring dan mangkuk putih, botol-botol bekas jus jeruk yang saya beli di alfamart, printilan-printilan buatan pak suami dan backdrop yang saya cat sendiri beberapa properti jadul saya pinjam punya Oma.Ngeliat properti foto cantik beneran bikin ngiler. Pun saya ketagihan bikin alas foto (soalnya masih punya stok cat warna-warna pastel).

Beberapa kali motret di belakang rumah saya ngeliat ada ember cat bekas tante nya suami ngecat rumahnya sebelum lebaran kemarin. Setelah saya intip, ternyata masih ada sisa sedikit. Langsung deh otak saya ngeluarin ide. Beberapa papan kayu yang saya beli di Palembang beberapa bulan yang lalu baru saya cat 1 warna (dibelakangnya masih polos). Jadi di balik papan warna hitam saya kasih wood stain, trus di cat dengan cat dinding warna biru (sisa punya tante). Setelah kering, saya amplas (lupa pake amplas nomor berapa, asal nyomot punya suami :D )


Hasilnya begini, haduh..cantik beneur jadinya. Selama ini kan alas foto saya warnanya cuma hitam, putih, dan coklat (warna netral semua, trus polos aja gitu, ga ada aksen guratan kayu).


Sebelum ada yang nanya resep, roti ini saya beli di warung, harganya seribu.
emang isinya coklat, tapi saya tambahin keju biar tambah rame.

Read On

Egg Sandwich

0 komentar Saturday, September 19, 2015


Read On

Fruit Pie

0 komentar Thursday, September 17, 2015


Read On

DIY Paper Flower

0 komentar Monday, September 14, 2015


Awalnya cari-cari DIY yang gampang dan memakai barang-barang bekas. Trus saya ketemu blognya Cindy dan ikutan nyobain crafting. Ternyata nggak sulit, beberapa bahan saya ganti. seperti washi tape saya ganti dengan kertas print motif. cupcake warna hijau untuk daun saya ganti kertas warna hijau dan digunting bentuk lingkaran. pensil dengan penghapus karet saya ganti dengan pensil warna punya DJ (semoga dia nggak sadar pensil warnanya sudah transformasi jadi batang bunga).


Sayangnya, sama cuma sempat motret bahan-bahannya, nggak motret step-by-stepnya karena terlalu serius melototin layar komputer. (my next goal,,bikin DIY atau masakan lengkap dengan step-by-step nya)

Read On

Oatconut And Mango Panna Cotta

0 komentar Saturday, September 5, 2015

The Ingredient, sebelum masuk freezer

Yeay...akhirnya saya bisa bikin panna cotta!! 
Saya termasuk pecinta acara Masterchef US dan Indonesia. Setelah beberapa season nonton acara tersebut, hampir semua makanan yang disebut-sebut di sana nggak pernah saya cobain soalnya nggak punya bahan (misalnya heavy cream, whipped cream, cheese cream, dll) akhirnya saya patah semangat.

Untuk kasus panna cotta ini, saya terkendala dengan gelatin bubuk dan heavy cream (which is di sini nggak ada yang jual). Iseng-iseng saya browsing, dan ketemu blognya food blogger (India, kalo nggak salah..maaf saya cuma catat resep, dan lupa catat url blognya) berisi resep panna cotta tanpa pemakaian telur, krim dan gelatin. Lucky me!

Oatconut And Mango Panna Cotta (resepnya sudah dimodifikasi, untuk 1 buah jar)

Bahan : 
1 cup susu full cream 
2 sdm bubuk santan kelapa (atau santan kelapa) 
1/4 cup gula kastor 
2 sdm tepung jagung (atau maizena) 
1 sdt vanilla essence 
1 sdm oat 
3 sdm oat + butter untuk base 
potongan mangga untuk topping 

Cara membuat : 
# Masak oat dan butter. Masukkan ke dalam jar, dinginkan 
# Larutkan sebagian susu dengan tepung maizena hingga tercampur rata, sisihkan 
# Campurkan susu, santan, gula, vanilla dan 1 sdm oat ke dalam panci, masak hingga susu di pinggiran panci sedikit berbuih 
# Masukkan larutan maizena, aduk cepat hingga mendidih dan mengental 
# Matikan api, dinginkan 
# Tuang ke jar, dinginkan sekitar 1,5jam
# Setelah dingin, beri topping mangga Selain mangga, toppingnya juga bisa diganti buah-buahan lain yg rasanya asam (misalnya strawberry atau jeruk) gunanya supaya menyeimbangkan rasa manis pada panna cotta.



Awalnya saya nggak kepikiran untuk memberi topping. tapi saya pikir kurang seimbang dan pasti bikin eneg kalau rasanya cuma manis aja, (Foto di atas pakai topping alpukat yang dihancurkan, motretnya kesorean dan kayaknya alpukat nggak ngaruh sama sekali)

Besoknya, saya beli mangga, ternyata rasanya asem banget. cocok lah ini buat toppingnya.


Belakangan, saya baru sadar. Gelatin kan maksudnya agar-agar toh? hahahaha..Jadi mungkin lain kali saya tambahin agar-agar ke resepnya supaya bisa dicetak seperti panna cotta di masterchef.

Read On

Backlight

0 komentar Tuesday, September 1, 2015


Percobaan pertama saya memotret backlight
Masih kurang bright.
(jangan tanya resep karena kuenya saya beli di toko kue)



Read On